Sulit dapatkan Solar, Ratusan Sopir bakal Mogok Senin besok

[]istimewa ANTREAN - Aktivitas antrean para sopir truk dan kontainer di salah satu SPBU di Banjarmasin.ahmad fauzie(kalselpos.com)

Tularno bercerita ada anggotanya justru pernah dipukul para pelangsir terjadi di SPBU 07, Jalan Gubernur Soebardjo, Lingkar Selatan.

Bacaan Lainnya

“Peristiwa ini terjadi dua minggu yang lalu, di mana sopir kami dikeroyok para pelangsir,” ucap pengusaha ekspedisi ini.

Bandingkan, beber Tularno, para pelangsir bisa bebas merdeka melawan arus untuk mendapatkan pasokan solar dan biosolar. Sementara, para sopir truk harus antre dengan tertib.

“Kenapa para pelangsir ini seakan dibiarkan, tak ditindak saat mengambil solar dan biosolar di SPBU? Kami menduga mereka berani karena memang ada oknum yang membekinginya,” ucap Tularno.

Begitu sopir truk yang menjadi korban divisum oleh pihak rumah sakit dan kasus pengeroyokan dilaporkan ke Polsek Banjarmasin Selatan, baru diusut. “Beberapa hari ini memang pelakunya sudah ditangkap, tapi sebenarnya kejadian sudah berlangsung dua minggu lalu,” beber Tularno.

Usai ditangkap polisi, Tularno bercerita pelaku pengeroyokan ingin mengajak damai dengan memberi uang ganti rugi sebesar Rp30 juta. Namun, Tularno dan kawan-kawan jelas menolak.

“Kami tanya uang itu asalnya dari mana? Mereka mejawab patungan sesama pelangsir. Ya, semacam uang damai,” beber Tularno.

Ia mengatakan atas kejadian itu, para sopir truk pun khawatir kejadian serupa akan terulang. Sebab, jika nanti penyelesaian lewat uang damai, bisa jadi nanti akan terjadi kasus pengeroyokan terhadap para sopir truk saat hendak membeli solar atau biosolar di SPBU.

Masih menurut Tularno, para sopir pun harus sabar dan menahan diri untuk antre mendapat solar atau biosolar selama tiga hari tiga malam.

“Itu pun dapatnya hanya 75 liter. Nah, kalau para pelangsir bisa bebas datang ke SPBU, empat hingga lima kali melangsir. Kadang mereka datang sekitar pukul 11 siang, sudah beberapa kali dapat solar dengan menggunakan truk colt diesel engkel,” keluh Tularno.

Pos terkait