Banjarmasin,kalselpos.com -Sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya jenis solar, yang diduga akibat ulah pelangsir, para sopir truk yang tergabung dalam Aspirasi Komunitas Sopir Indonesia (AKSI) Banjarmasin, bakal melakukan mogok massal dengan menggelar aksi.
Informasi tersebut sesuai surat pemberitahuan terkait rencana aksi damai dan mogok di area masuk Pelabuhan Trisakti Banjarmasin yang telah disampaikan ke Kapolda, Ketua DPRD, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel, Pertamina, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan CEO Pelindo III Banjarmasin, tertanggal 29 Oktober 2021.
Surat pemberitahuan itu ditandatangani Ketua Korlap AKSI Kalsel, Bambang Suprino bersama sekretarisnya, H Tularno serta Ketua Komunitas Sopir, Wahyudianto.
Aksi damai dan mogok ini bakal dipusatkan di area masuk Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, pada Senin (1/11/2021), pukul 09.00 Wita hingga selesai.
Sekretaris AKSI Kalsel, Tularno mengakui aksi damai dan mogok massal para sopir itu menyikapi adanya kelangkaan BBM jenis solar dan biosolar di Banua.
“Aksi damai dan mogok ini juga menyikapi sudah beberapa kali digelar rapat dengar pendapat dengan DPRD Kalsel, Sekdaprov Kalsel dan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Hingga diputuskan membentuk satuan tugas (satgas). Tapi, faktanya sampai sekarang masih terjadi kelangkaan solar dan biosolar,” ucap Tularno, kepada wartawan, Sabtu (30/10/2021) kemarin.
Menurut Tularno, justru para pelangsir yang mengambil keuntungan di tengah menipisnya pasokan solar dan biosolar di SPBU, bahkan semakin merajalela seakan tak tersentuh hukum.





