“Memang pengambilan satu drum yang berisi 200 liter itu biasanya dibeli dengan harga 2 Juta rupiah kini mencapai 3 Juta rupiah, ” Ungkapnya.
Ditanyakan apa penyebab kenaikan harga minyak goreng, Abdus Samat menyatakan adanya pembagian bahan mentah pembuatan Minyak Goreng yang terbagi dengan Pabrik Diesel.
“Kalo dari informasi yang saya dapat bahan mentahnya yakni kelapa sawit, kini terbagi pengolahannya dengan Pabrik Diesel Bio Solar, sehingga membuat harga minyak goreng menjadi naik secara bertahap, ” Bebernya.
Sementara itu salah satu pembeli, Siti Nurliani menyatakan, ia terpaksa membeli minyak goreng dengan harga tinggi, sebab usahanya yang menjual pisang goreng mau tak mau mengharuskannya memakai minyak goreng.
“Mau gimana lagi, usaha jualan pisang goreng ini mengharuskannya membeli minyak goreng dengan harga Rp 16000 ribu rupiah per liternya,” Katanya.
Ia berharap, agar Pemerintah dapat menurunkan harga minyak goreng, yang sudah lima bulan ini selalu naik secara bertahap agar usaha jualan gorengan yang dikelolanya hampir puluhan tahun itu tidak bangkrut.
“Sangat berdampak pada penjualan, keuntungan sangat tipis, tapi mau gimana lagi,” pungkasnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





