Banjarbaru,kalselpos.com – Pemerintah sangat konsen terhadap pengembangan komoditas kelapa sawit di tanah air. Kelapa sawit saat ini merupakan komoditas strategis, mengingat perannya sebagai penghasil devisa terbesar dari non migas, sumber lapangan kerja, pembangunan ekonomi regional dan membantu pemberantasan kemiskinan.
Salah satu strategi adalah penguasaan teknologi bagi para petani swadaya khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit. Petani kelapa sawit pun harus melek dengan teknologi termasuk memanfaatkan aplikasi. Salah satunya adalah Sistem informasi Penilaian Kinerja dan Penguatan Kelembagaan Kelapa Sawit adalah suatu rancangan aplikasi sistem informasi yang berguna dalam penilaian kinerja rantai pasok agroindustri kelapa sawit.
Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) sendiri terus berupaya keras mendorong peningkatan kesejahteraan petani di sektor perkebunan sawit. Apalagi Dinas Perkebunan dan Pertenakan Kalsel telah melakukan kerja sama dengan ULM dan IPB dalam melaksanakan pilot project pengembangan sawit swadaya menggunakan pendekatan teknologi.
“Pemprov Kalsel sendiri tengah menyusun rencana aksi pembangunan kelapa sawit berkelanjutan tahun 2021-2024. Beberapa langkah strategis disiapkan, mulai dari meningkatkan SDM perkebunan sampai diversifikasi perkebunan sawit dengan komoditas lainnya,” kata Roy Rizali Anwar, kepada wartawan, di sela-sela kegiatan Focus Group Discussion (FGD), terkait pembangunan kelapa sawit berkelanjutan, Selasa (31/08/2021).
Roy Rizali Anwar memberikan apresiasi atas kontribusi lembaga penelitian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) serta dukungan pendanaan dari BPDPKS selama dua tahun terakhir.





