Semenjak Pemberlakuan PPKM di Banjarmasin Omzet Penjualan Tanaman Hias jadi Menurun

Penjual tanaman hias di kawasan Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di wilayah Kabupaten Batola, kalimantan selatan mengeluhkan sepinya pembeli semenjak penerpaan PPKM.(ibrahim)(kalselpos.com)

Marabahan,kalselpos.com-Dengan Adanya PKPKM di wjlayah Banjarmasin, berdampak pada omzet penjualan tanaman hias yang menurun draktis.


seperti yang di alami penjual tanaman hias di kawasan jalan trans kalimantan, tepatnya di wilayah Kabupaten Batola, kalimantan selatan.

Bacaan Lainnya

Pasca dilanda banjir penjualan tanaman hias milik Marjono, sempat sempat mengalai penurunan namun setelah beberapa bulan kembali naik.

Namun semenjak adanya ppkm seiring meningkatnya kasus covid-19, diadakan di wilayah banjarmasin selama 2 pekan terakhir, membuat omzet penjualan tanaman hias milik Marjono kembali mengalami penurunan.

Marjono mengungkapkan, semenjak adanya PPKM omzet penjualan tanaman hias menurun derastis, untuk perharinya kini ada 5 sampai 7 pembeli yang datang, ungkap Marjono.

“Namun meskipun penjualan tanaman hias menurun, tetapi penjualan tanah pupuk masih banyak diminati, untuk perharinya bisa laku mencapai 10 sak lebih dengan harga persaknya 10 ribu rupiah, sehingga masih bisa bertahan,”kata Marjono.

Sementara penjualan tanaman hias sepi, dirinya mengisi waktunya untuk lakukan pembibitan berbagai jenis tanamannya, sakura mikro, aglonema, jenis bakung dan vilo.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait