Poktan Anjir Pasar panen budidaya padi sehat bersama Prima Agro Tech Kalsel

PT PAT saat panen budidaya padi sehat bersama Poktan di Anjir Pasar, Kabupaten Barito kuala, Kalsel.(istimewa)(kalselpos.com)

Marabahan,kalselpos.com– Kelompok tani (Poktan) Kampung Tengah di Desa Hilir Mesjid, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan (Kalsel) sukses peningkatan produktivitas padi sehat di lahan rawa sub optimal seluas 10 hektar bersama PT Prima Agro Tech (PAT).

Bacaan Lainnya

Penanaman padi pada bulan Maret 2021 itu dengan varietas siam karang dukuh.

Ajiansyah SP sebagai POPT dari Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel mengatakan, hasil ubinan 4,53 kilogram atau 7,24 ton/ha gabah kering panen.

“Tahun 2020,sebanyak 5,46 ton/ha GKP di lokasi dan luas yg sama,” ungkap Ajiansyah saat panen Dem Area budidaya peningkatan produktivitas padi lahan sub optimal Poktan di Desa Hilir Mesjid, Anjir Pasar bersama PT PAT, Senin (2/8/21).

Menurutnya, perkembangan teknologi pertanian dewasa ini, tersedia banyak pilihan sarana produksi dalam
mengawal kegiatan berusaha tani tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan lain-lain.

Seiring dengan visi misi pembangunan pertanian yang berkelanjutan dengan konsep pertanian ramah
lingkungan, PT Prima Agro Tech menawarkan dan memberikan edukasi kepada petani di Desa
Hilir Mesjid Kecamatan Anjir Pasar, Batola dengan penerapan konsep pengendalian yang mengacu ke perundangan No. 12 Tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman dengan konsep PHT.

“Lokasi Dem Area ini adalah merupakan lahan non pengairan teknis atau lahan pasang surut tipe B
dengan tingkat kesuburan sedang, karena masih dipengaruhi oleh kadar keasaman lahan yang relatif tinggi,” sebutnya.

Sementara, Regional Manager PT PAT wilayah Kalsel, Hanry Bukit menyampaikan, pengembangan padi sehat lahan rawa suboptimal ini dilakukan sebagai sarana edukasi dan pembuktian kepada petani, sehingga dapat menghilangkan ketergantungan terhadap pemakaian bahan-bahan kimia dalam bertani.

Selain itu, juga untuk meningkatkan hasil produksi pertanian agar aman dikonsumsi oleh masyarakat umum.

Diungkapkan Hanry, sebelumnya para .petani banyak kurang percaya, karena mereka kurang memahami tentang produk – produk organik dan hayati.

“Setelah kami lakukan edukasi dan melakukan aplikasi dan melihat hasil panen yang maksimal, maka mereka ingin terus menanam padi dengan sistem demo plot tersebut,” ujar
Regional Manager PT PAT wilayah Kalsel itu.

Adapun pengembangan demo plot padi sehat di lahan suboptimal di lahan Poktan Kampung Tengah ini,
kata Hanry, diberikan bantuan produk – produk kandungan organik dan hayati.

“Bantuan itu mulai dari pembelah tanah organik Humatop, pupuk organik padat Humatpro Decomposer aerob Decoprima pupuk hayati Orizaplus Fungsida Biologi Proma deco dan Insektisida Biologi BTPLUS serta Metarizep,” beber Hanry.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait