Masjid Raya Amuntai, kalselpos.com – Di tengah Pandemi Covid-19 ini, Masjid Raya At-Taqwa di Kota Amuntai tetap menggelar shalat Idul Adha 1442 Hijriah,Selasa (20/7) kemarin.

Meski berada di tengah pandemi, Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 diberlakukan dengan ketat, guna menekan penularan virus corona (Covid-19) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Pelaksanaan shalat Idul Adha kali ini hadir Bupati HSU H Abdul Wahid HK dan Wakil Bupati H Husairi Abdi Lc.
Sementara bertindak sebagai khatib yakni Ketua MUI HSU KH. Said Masrawan Lc dan imam KH Zainuddin Arief.
Pihak masjid sendiri, telah menyediakan alat cuci tangan dengan sabun, serta meminta jamaah menggunakan masker dan shaf yang telah diatur agar menjaga jarak antar jamaah lainnya.
Bupati HSU H Abdul Wahid HK mengingatkan agar masyarakatnya tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 baik dimanapun.
“Serta patuhi 5M serta arahan dari pemerintah pusat, dengan demikian kita berharap dapat memutus mata rantai Covid-19,” terangnya.
Dalam khutbahnya, KH Said Masrawan menyampaikan, bahwa Idul Adha yang dikenal dengan sebutan hari raya kurban atau hari raya haji ini karena umat Islam di seluruh dunia disyariatkan untuk menyembelih hewan qurban dan khusus di Arab Saudi melaksanakan ibadah haji.
“Namun, Sangat disayangkan Sudah 2 tahun jamaah haji kita Indonesia tidak diperkenankan memasuki Negeri mereka karena situasi pandemi covid-19 yang masih melanda dunia sampai hari ini,” ujarnya.
Dikatakannya, Ibadah haji dan qurban mengingatkan pada sebuah keluarga yang menjadi tokoh Sentral kedua ibadah tersebut yaitu keluarga besar Nabi Ibrahim AS
“Maka dalam khutbah ini kami menyampaikan bahwa beberapa pelajaran yang dapat kita petik dan kita ambil dari kisah tersebut pelajaran pertama selalu yakin dan berbaik sangka kepada Allah SWT. pelajaran kedua yaitu mau berusaha dan berikhtiar dalam mengatasi berbagai masalah seperti di situasi sekarang ini,”tuturnya.
Pelajaran ketiga adalah doa dan harapan, seperti halnya Nabi Ibrahim untuk keluarga
serta masyarakat dan umatnya. itulah pelajaran yang dapat kita ambil dari perjalanan kisah Nabi Ibrahim apalagi saat ini kita masih dalam situasi yang
sangat sulit seperti sekarang ini yang masih didera covid-19.
“Oleh karena itu Mari kita yakin dan berbaik sangka kepada Allah SWT, marilah kita selalu berusaha dan berikhtiar sebisa-bisanya dalam mengatasi masalah seperti di situasi pandemi sekarang ini, dan kita berdoa supaya keinginan kita, keluarga kita, daerah kita, dan banua kita mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” ” Pungkasnya.





