Banjarbaru, kalselpos.com – Ketersediaan lima bahan pokok strategis di Kalimantan Selatan (Kalsel) mengkhawatirkan. Empat bahan pokok itu bawang merah, bawang putih, minyak goreng dan gula pasir, stoknya hanya cukup untuk satu bulan kedepan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Suparno kepada kalselpos.com, Kamis (15/7/2021) mengungkapkan, lima bahan pokok tersebut hampir semuanya didatangkan dari luar pulau.
“Meski stok menipis, namun untuk harga masih stabil,” ujarnya.
Dipaparkannya, pasokan lima bahan pokok tersebut mengalami kekurangan karena permintaan yang kurang terutama dari sektor kuliner, rumah makan, restoran dan perhotelan yang masih membatasi jam operasional akibat dari pandemi Covid-19.
“Namun untuk kebutuhan masyarakat masih cukup untuk satu bulan kedepan,” terangnya.
Sedangkan kebutuhan pokok lainnya yang berasal dari produk lokal seperti beras, daging sapi, ayam, telur, cabe dan jagung masih sangat aman.
“Bahkan untuk beras, jagung, cabe, ayam dan telur kita surplus,” sebutnya.
Suparno berujar, bawang merah selalu didatangkan dari Pulau Jawa dan Sulawesi. “Ada menanam sendiri di kabupaten Tapin, namun tidak bisa memenuhi kebutuhan lokal. Yang kita tanam tidak tahan lama karena kandungan air tinggi. Satu musim habis untuk kebutuhan satu minggu,” urainya.
Sedangkan untuk harga cabe rawit masih stabil meskipun menjelang Idul Adha.
“Cabe rawit dilaporkan masih stabil harganya. Yang ada kenaikan hanya di cabe rawit taji yang mencai Rp100.000/kilogram,” tutupnya.





