Dispersip HSU Gelar Sosialisasi Penguatan Literasi

PEMBUKAAN-Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Abdul Wahid membuka kegiatan Sosialisasi Penguatan Literasi Dalam Rangka Peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat. (ist)(kalselpos.com)

Amuntai,kalselpos.com – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Abdul Wahid membuka kegiatan Sosialisasi Penguatan Literasi Dalam Rangka Peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat Rabu (14/7).

IPLM dihadiri Kepala Dispersip HSU dengan diikuti komunitas inspiralova, komunitas penulis, Pengelola perpustakaan desa, pustakawan sekolah, mahasiswa dan pelajar, dan komunitas sekolah guru Indonesia.

Bacaan Lainnya

Bupati HSU H.Abdul Wahid HK menyebut, kegiatan ini memiliki makna penting dan strategis yang bertujuan untuk membangun penguatan literasi di kabupaten HSU serta meningkatkan kerjasama dan kolaborasi semua Stakeholder.

Hal ini sesuai dengan dengan undang – undang 43 tahun 2007 tentang perpustakaan dan sesuai peraturan daerah Kabupaten HSU no. 03 tahun 2020 tentang penyelenggaraan perpustakaan di kabupaten HSU.

“Para pemangku kebijakan, pegiat literasi , komunitas – komunitas literasi dan penulis serta berbagai elemen masyarakat dalam pengembangan perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca,” katanya.

Wahid mengutarakan, prioritas pemerintah pada rencana pembangunan jangka menengah (RPJMN) 2020 – 2024 menitikberatkan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Demi mencapai ke arah tersebut memerlukan pembangunan manusia yang berkarakter melalui penguatan budaya literasi, inovasi, dan kreativitas. “Perpustakaan sekarang sudah bertransformasi menjadi sahabat masyarakat dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul,” sebutnya.

Melalui kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang bertujuan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui berbagai aktivitas pendampingan keahlian sesuai di bidangnya masing – masing yang difasilitasi oleh perpustakaan umum daerah.

“Pada tahun 2020 kemarin nilai IPLM kalsel berada di urutan pertama nasional. Dengan nilai 48,7 dan kabupaten HSU sesuai laporan tahunan dengan nilai IPLM 18,9, nilai tersebut diatas rata rata target nasional yaitu 12,5,” tuturnya.

Wahid menambahkan kegiatan sosialisasi penguatan literasi seperti ini akan terus dilaksanakan untuk mendongkrak minat baca masyarakat. Diharapkan peran serta para pengelola perpustakaan, perpustakaan Sekolah maupun perpustakaan desa, pegiat literasi, komunitas – komunitas literasi dapat membantu gerakan sadar literasi yang sedang digalakkan.

“Terima kasih dan penghargaan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang terus menunjukkan progres yang baik dalam bidang tugasnya. Semoga jalinan kerjasama ini terus ditingkatkan guna pencapaian tujuan bersama dalam meningkatkan literasi masyarakat membangun banua yg kita cintai ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dispersip HSU Hj. Lailatanur raudhah mengatakan, salah satu upaya peningkatan sumber daya manusia dengan peningkatan pengetahuan masyarakat dengan mendorong minat dan kemauan masyarakat untuk membaca buku

“Pentingnya budaya literasi ini sampai sekarang. Di tahun ini di PKK juga merupakan program nasional bagaimana meningkatkan minat baca, hanya saja kebetulan leading sektornya ada di tempat kita, jadi ini artinya seluruh Indonesia mengharapkan agar IPLM kita meningkat,” ujarnya.

Pemanfaatan teknologi bisa dimaksimalkan untuk memberdayakan kreativitas dalam pengembangan literasi yang mempunyai pengaruh penting dalam keberhasilan generasi muda.

Pengembangan perpustakaan dan pembudayaan pengalaman membaca harus dilaksanakan melalui berbagai kegiatan dan sinergitas seluruh elemen masyarakat, salah satunya bekerjasama dengan komunitas pegiat literasi. Acara Kemudian Dilanjutkan dengan penyerahan 2 Biji Al -Qur’an Dari Bupati HSU untuk Dispersip HSU.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait