Banjarbaru,kalselpos.com – Selama ini permintaan ikan Gabus atau orang Banjar menyebutnya ikan Haruan terus meningkat. Bahkan ikan Haruan selalu menjadi penyumbang Inflasi di Kalsel.
Haruan yang memiliki nama latin Channa Striata itu menjadi primadona ikan air tawar bagi masyarakat Kalsel karena kelezatannya. Ikan ini biasanya sebagai “teman setia” nasi kuning dan ketupat.
Permintaan ikan Haruan yang sangat besar itu, ternyata tidak bisa tercukupi dari hasil tangkapan liar atau budidaya dari Kalsel saja. Untuk menutupi kekurangan, Haruan didatangkan dari provinsi tetangga yaitu Kalteng.
Melihat fenomena ini, Pemprov Kalsel tentunya tidak tinggal diam. Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi dan bersinergi dengan Dinas Perikanan kabupaten/kota sudah mulai bergerak dan membikin terobosan dengan membikin Kampung Haruan.
“Kita sudah mulai membikin kampung ikan komoditas lokal di beberapa kabupaten di Kalsel seperti di Batola, Banjar, HSS, HST dan HSU,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono kepada kalselpos.com, Selasa (13/7/2021).
Disampaikannya, dengan terbentuknya kampung Haruan maka diharapkan ketersediaan ikan tersebut di Kalsel bisa terpenuhi, minimal bisa mengurangi pasokan dari luar provinsi.
“Jadi kami saat ini sedang menggalakkan budidaya Haruan di Kalsel. Insyaallah tahun depan, kita sudah bisa memenuhi kebutuhan pasar,”
harapnya.
Rusdi mengungkapkan, produksi ikan Haruan dari hasil budidaya pada tahun 2020 hanya 10.988 ton. Sementara kebutuhan pertahun di Kalsel sebesar 133.000 ton. “Artinya proruksi kita sangat kurang sekali,” tandasnya.





