Amuntai, kalselpos.com – Dinas Perindustrian Perdagangan, koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar pelatihan teknis pengolahan ikan Gabus atau Haruan.
Ikan yang merupakan air tawar ini diolah menjadi Albumin Ikan dan Abon Ikan dengan tujuan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya ikan yang berlimpah di lahan rawa, di Desa Pal Batu, Kecamatan Paminggir, Kamis (1/7).
Meski begitu, Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 saat pelatihan tetap dilaksanakan, mengingat kondisi Pandemi saat ini. Dimana peserta diwajibkan memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun.
Pelatihan teknis mengikutsertakan 5 perwakilan peserta dari Empat Desa di Kecamatan Paminggir dan Danau Panggang dengan mendatangkan Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin sebagai instruktur pelatihan Dr Ir Dewi Kartika Sari dan Dr Ir Rita Khairina.
Kabid Perindustrian H M Yani mengatakan, pelatihan pengolahan ikan Haruan untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya ikan yang berlimpah pada lahan rawa, khususnya di Kecamatan Danau Panggang dan paminggir dan menambah kreativitas variasi produk olahan ikan disamping dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Selain menghasilkan albumin, sisanya dapat juga diolah menjadi kerupuk, nugget dan abon ikan,” kata Yani.
Hadir saat itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Hj Anisah Rasyidah Wahid menilai, pentingnya tindak lanjut setelah mengikuti pelatihan, karena kalau tidak ditindaklanjuti maka usaha pelatihan ini dinilai sia-sia.
“Buktikan semua, dari ilmu pengetahuan yang didapat dari pelatihan ini, maka jika kepala Desa membuat proposal untuk membuat dana desa yang dialokasikan untuk memfasilitasi alat-alat penunjangnya, Bupati pasti menyetujuinya, karena ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” tegas Anisah.
Menurut Anisah potensi usaha pembuatan albumin dari ikan Haruan menjanjikan, perlunya peserta dapat mengemas dan membuat usaha bersama untuk dapat meluaskan pemasaran produksi olahan ikan menjadi berbagai olahan ikan khusus albumin.
Selain didukung oleh Dekranasda HSU, Disperingkop HSU, pemerintah Desa dan Kecamatan Paminggir, kegiatan untuk Desa Peduli Gambut di kawasan Perdesaan Perikanan ini juga didukung Badan Restorasi Gambut (BRG).
Sementara itu, Camat Paminggir Harzuki berharap, pelatihan ini dapat digelar kembali di beberapa desa di Kecamatan Paminggir yang belum melaksanakan. Pelatihan ini sesuai dengan sumber daya ikan yang berlimpah di lahan rawa khususnya di kecamatan Paminggir, sehingga ketersediaan sumber daya ikan tersebut dapat benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Disamping keahlian dan ilmu yang didapat, kegiatan ini juga akan meninggalkan ekonomi masyarakat, khususnya para pemuda-pemudi yang mengikuti pelatihan ini untuk dikembangkan, sehingga menjadi pemuda-pemudi yang kreatif,” pungkasnya.





