Kabupaten Balangan dan Tabalong akan dijadikan daerah penghasil Porang

Ilustrasi pembudidaya tanaman porang.(ist)(kalselpos.com)

Banjarbaru, kalselpos.com – Ratusan hektar tanaman karet yang tidak produktif lagi di dua kabupaten di Kalsel yaitu Balangan dan Tabalong bakal diganti dengan tanaman porang.

“Kita lakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk mewujudkan itu. Jadi karet yang sudah tua akan diganti dengan porang, proses kearah itu sedang berjalan,” kata Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman kepada kalselpos.com, belum lama tadi.

Bacaan Lainnya

Syamsir menyebut, tanaman porang jauh menjanjikan hasilnya jika dibandingkan dengan karet yang harganya dalam beberapa tahun terakhir kurang bagus.

“Tanaman porang dalam satu hektar bisa menghasilkan uang ratusan juta rupiah. Tentu kalau kita kembangkan secara maksimal kesejahteraan petani akan bisa meningkat,” harapnya.

Dibeberkannya, selain Balangan dan Tabalong, Kabupaten Tanah Bumbu juga akan dijadikan daerah penghasil tanaman jenis umbi-umbian itu.

“Kita fokus di dua kabupaten itu dulu, nanti kita lanjutkan lagi ke Tanah Bumbu dan kabupaten lainnya seperti Tapin, HST dan Banjar,” sebutnya.

Untuk pangsa pasar porang sendiri, terang Syamsir, tidak bakalan kesulitan. Selain diserap pasar dalam negeri, porang yang sudah kering atau berbentuk chips juga diekspor ke luar negeri seperti ke Jepang.

“Beberapa bulan lalu kita lakukan pelepasan ekspor porang chips tujuan Jepang. Saat ini kita kewalahan memenuhi permintaan porang dari luar negeri. Artinya budidaya porang sangat menjanjikan,” ujarnya.

Harga porang sendiri, tambah Syamsir, dalam bentuk umbi dijual Rp4000 – Rp8000 per kilogram. Sedangkan dalam bentuk chips (sudah kering) Rp17.000 – Rp20.000 per kilogram.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait