PTM di Kalsel tunggu hasil evaluasi Tim Satgas Covid-19

Muhammad Yusuf Efendi, Kadisdikbud Provinsi Kalsel.(anas aliando)(kalselpos.com)

Banjarbaru, kalselpos.com – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk SMA, SMK dan SLB di Kalimantan Selatan (Kalsel) belum pasti bisa dilaksanakan pada 12 Juli mendatang.

Bisa tidaknya PTM dilaksanakan, masih menunggu Tim Satgas Covid-19 dan Dinas Kesehatan yang akan melaksanakan evaluasi ke sekolah yang akan melaksanakan PTM.

Bacaan Lainnya

“Satgas dan Dinas Kesehatan melakukan pengecekan dulu. Hasilnya akan disampaikan ke penjabat gubernur. Bila memenuhi syarat akan diberikan rekomendasi persetujuan dan kita siap jalankan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel, Muhammad Yusuf Efendi kepada kalselpos.com, Senin (28/6/2021).

Mantan Kadisdik Kabupaten Hulu Sungai Selatan itu mengungkapkan, sebelum pelaksanaan PTM, ada beberapa tahapan  yang harus dilakukan.

Pertama, PTM diusulkan sebagai  tindak lanjut SKB 4 menteri yang memutuskan pelaksanaan  PTM secara terbatas pada tahun ajaran baru, kedua adanya aspirasi orang tua yang menginginkan PTM segera dilaksanakan.

“Kita mengambil langkah minta kepala sekolah mengusulkan PTM. Pada surat pertama ada 87 surat yang masuk. Surat kedua 241 dari 357 satuan pendidikan,” beber Yusuf Efendi.

Selanjutnya, imbuh Yusuf, dari 241 surat yang masuk, dibahas secara internal. Kemudian selanjutnya dibahas  bersama Pj Gubernur Kalsel dan Satgas Covid -19.

“Dari rapat itu kita menangkap arahan gubernur. Kalau zona merah PTM tidak boleh digelar. Kemudian guru harus di vaksin semuanya dan vaksinasi kepada guru yang akan melaksanakan PTM sudah 100 persen kita lakukan. Sistem pembelajaran masih  campuran, ada tatap muka dan daring. Jumlah peserta didik disesuaikan, bisa 20 bisa 25 sesuai kondisi yang ada,” bebernya.

Dari hasil pertemuan tersebut, lanjut Yusuf, akhirnya diusulkan di tiap kabupaten/kota hanya satu SMA/SMK/SLB yang boleh melaksanakan PTM dengan jumlah keseluruhan 30 sekolah dengan rincian 13 SMA, 11 SMK dan 6 SLB.

Yusuf berharap PTM bisa segera dilaksanakan mengingat informasi yang dia dapatkan dari Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19 Kalsel yang menyebutkan pandemi Covid-19 di Kalsel sudah makin melandai dan virus varian baru belum ditemukan.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait