Diduga Cemarkan nama baik di Medsos, Ibu satu ini terpaksa ‘Diperiksa’ pihak Ditkrimsus

[]istimewa SAMPAIKAN LAPORAN – Lanny Susantya (kanan) saat menyampaikan kasus dugaan penyerobotan tanahnya ke rombongan Komisi III DPR RI, utamanya Pangeran Khairul Saleh, beberapa waktu lalu, di Banjarmasin. UNDANGAN KLARIFIKASI – Surat undangan klarifikasi yang disampaikan pihak penyidik Subdit V / Tipidsiber Ditkrimsus Polda Kalsel Lanny Susantya.(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Diduga melakukan pencemaran nama baik di media sosial (medsos), seorang ibu, bernama Lanny Susatya (60), warga Jalan Gatot Subroto Banjarmasin, terpaksa harus memenuhi undangan klarifikafikasi pihak penyidik Subdit V / Tipidsiber Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kalsel.


Undangan klarifikasi, yang dilakukan, pada Rabu (29/6/21) itu, menurut terlapor, Lanny Susatya, kepada kalselpos.com, Sabtu (26/6/21) lalu, usai dirinya dilaporkan seseorang berinisial JSA alias Anton, terkait komentar dirinya di salah satu media televisi lokal di Kalsel, beberapa waktu lalu.
“Sebagai warga negara yang taat hukum, sewajarnya lah saya memenuhi undangan klarifikasi tersebut, agar permasalahan di medsos menjadi terang benderang,” jelasnya.
Diakui, dalam memberikan keterangan yang disodorkan penyidik, dia menjawab apa adanya saja, dan bahkan terkait pernyataannya waktu lalu, di man pihaknya tidak menuduh, tetapi hanya menduga.
“Intinya saya jelaskan apa yang ada, dan bahkan saya hanya mengatakan patut diduga, dan pertimbangan patut diduga itu, bukan hanya pertimbangan saya saja, tetapi juga dari tim penasihat hukum saya,” terangnya lagi.
Menurut Lanny Susatya, permasalahan muncul di medsos, karenakan pada saat Lanny Susatya itu pihaknya melaporkan adanya dugaan penyerobotan tanah yang telah bersertipikat oleh orang lain, dan kasusnya juga sudah dilaporkan ke Polda Kalsel.
Ditambahkan, yang pada saat itu juga pihaknya juga sempat bertemu dengan rombongan Komisi III DPR RI, di antaranya Pangeran Khairul Saleh.
Dan, tatkala pihaknya diwawancarai oleh salah satu awak media televisi lokal, yang sedang melakukan liputan, terkait siapa sebenarnya ‘lawannya’. “Pada saat ditanya siapa ‘lawan’ Kami, maka saya jawab, diduga dilakukan JSA alias Anton,” beber Lanny Susatya.

Bacaan Lainnya

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait