Kandangan, kalselpos.com– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, sosialisasi program beasiswa bantuan pendidikan, Kamis (10/6) di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Ulum Kandangan. Sosialisasi dibuka Bupati Kabupaten HSS Achmad Fikry didamping Ketua MUI Kabupaten HSS TGH Muhammad Riduan Basri (Guru Kapuh).
Ketua Tim Sekelsi, Diny Mahdani, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab HSS yang telah memberikan program beasiswa kepada santri-santri. “Terima kasih pak bupati yang telah memberikan program beasiswa bagi santri, ” ucapnya.
Diny mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan informasi seluas- luasnya kepada seluruh Pimpinan Ponpes se-Kabupaten HSS, tentang program beasiswa dari Pemkab HSS yang bekerjasama dengan MUI. “Kami minta Pimpinan Ponpes menyiapkan santri-santriwatinya untuk mengikuti seleksi beasiswa tahun akan datang,” ujarnya.
Ia berharap, kepada santri yang yang menerima beasiswa setelah selesai dalam melaksanakan pendidikan kembali ke daerah, untuk mewujudkan misi -visi Bupati dan Wakil Bupati membangun masyarakat dunia dan akherat.
Sementara itu, Bupati Kabupaten HSS Achmad Fikry mengatakan program beasiswa merupakan program dari visi-misi Bupati dan Wakil Bupati periode 2018-2023.
Menurut bupati, periode pertama ikonnya adalah sehati, sejahtera agamis dan produktif yang titik tekan agamis, yakni memberikan pembayaran listrik gratis untuk semua Langgar, memberikan bantuan insentif para khatib, dan imam setiap mesjid dan banyak program lain yang dilaksanakan dalam penekanan agamis.
Sedangkan periode kedua kita tentu akan meningkatkan visi yang cerdas, inovatif, teknologis, agamis untuk menuju masyarakat yang sejahtera dunia akhirat. “Kalimat terakhir ini yang menjadi penekanan, yang pemimpin menyiapkan rakyatnya tidak sekedar sejahtera dunia tapi juga harus sejahtera akhirat, ” ujarnya.
Untuk mewujudkan itu, kata bupati, pihaknya bersama MUI Kabupaten melaksanakan program beasiswa sekolah bagi santri-santriwatinya ke luar negeri. “Setelah selesai sekolah keluar negeri nanti, kami harap mereka bisa mengabdi kembali di daerah, ” ujarnya.
Selain itu, bupati menyampaikan surat edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Juli mendatang sekolah tatap muka, dengan semua tenaga pengajar dan pendidik dilingkungan pemerintah wajib di vaksin. “Siapa yang tidak divaksin dilarang untuk mengajar karena guru berinteraksi dengan murid, ” ujarnya.





