Banjarbaru, kalselpos.com – Penjabat (Pj) Ketua PKK Provinsi Kalsel Safriati Safrizal ZA kunjungi Lokasi Khusus (Lokus) stunting di Desa Jingah Bujur, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kamis (10/6).
Safriati mengatakan strategi dalam penanganan stunting diantaranya, melalui makanan yang bergizi, kampanye cegah stunting serta pencegahan pernikahan usia anak.
Pentingnya memperhatikan asupan makanan bergizi bagi ibu hamil, bayi dan balita, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan.
Menurutnya, masalah kekurangan gizi adalah masalah sangat kompleks di masyarakat, sehingga membutuhkan peran lintas sektor termasuk TP-PKK.
Safriati juga mengatakan, aspek promotif berupa sosialisasi bagi ibu hamil dan keluarga untuk meningkatkan pemahaman mencegah stunting.
Sosialiasi mengenai hal ini dilakukan dengan melibatkan PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, RT dan RW serta kader PKK sendiri. “Sinergi dan kolaborasi tidak bisa ditinggalkan,” katanya.
Pj Ketua PKK Kalsel ini juga mengapresiasi peran Pemkab HSU dalam menangani stunting.
Sebelumya Ketua PKK Kabupaten HSU, Hj Anisah Rasyidah mengatakan, pada tahun 2013 daerahnya termasuk 100 daerah yang menjadi fokus penanganan stunting secara nasional.
“2013 angka stunting mencapai 56 persen menjadi cambuk bagi kami untuk berbenah menanganinya,” katanya.
Untuk menindaklanjuti itu jelasnya, maka dibuat Peraturan Bupati untuk mengatur cara kesehatan ibu dan anak bisa terlayani ditingkat layanan dasar, perilaku PHBS, serta membentuk tim penanganan stunting.
“Segala upaya yang dilakukan itu angka stunting Kabupaten HSU tahun demi tahun terus menurun, hingga 2020 sekitar 20,51 persen,” tukasnya.





