Paringin,kalselpos.com– DPRD Kabupaten Balangan ,Melalui Komisi 1 DPRD Kabupaten Balangan menggeler rapat kerje dengan SKPD yakni mitranya Dinas Pendidikan ,Dinas Kesehatan ,Kemenag dan BPBD Balangan.
Kegiatan rapat kerja berlangsung di ruang sidang utama Sekretariat DPRD Kabupaten pada Senin (7/6).
Rapat kerja dipimpin Ketua 1H.Rusdi didampingi anggotanya H.Eddi Yulianto dan Wakil Ketua 1 Ifdali.
Sementara itu dari Dinas Pendidikan dihadiri H.Rahmi selaku Plt Kepala Dinas didampingi Sekretaris dan Kabid.
Sedangkan Kementerian agama langsung dipimpin Kepala Kemenag H.Y amani dan BPBD dihadiri Kepala Badan Alive Yoesfah Alive sertw Dinas Kesehatan diwakili Kabid pelayanan Kesehatan Nur Ikhwan.
Dalam kesempatan ini H.Rusdi mengatakan, bahwa sesuai surat keputusan bersama 4 Menteri tentang pembelajaran tatap muka tahun ajaran 2020- 2022 maka pihaknya perlu menanyakan kesiapan pihak Dinas Pendidikan dan Kemenag Kabupaten Balangan ,yang juga melaksanakan bidang pendidikan .
Sementara itu Kepala Bidang Pelayan Kesehatan Dinas Kesehatan Balangan Nur Ikhwan,memaparkan sebelum dilaksanakan pembelajaran tatap muka tentunya sebagai pertimbangan perlu mereka sampaikan bahwa penyebaran covid-19 di Kabupaten Balangan positif berjumlah1673 ,negatif orang 18 orang ,esolasi di rumah sakit berjumlah 8 orang dan meninggal 40 orang .
Disampaikannya, ,sementara vaksinasi di Dinas Pendidikan berjumlah 65 persen tahap 1 dan tahap 2 13 persen.
“Kemenag tahap pertama 12,4 persen .untuk tahap 2 belum dilaksanakan, selain itu sebagai data dukung para tenaga pendidik harus diswab,harus mempergunakan protokol kesehatan,para siswa diharuskan membawa makanan dan minuman,”ujarnya.
Diterangkannya, hal ini disebabkan penyebaran covid-19 melalui pedagang di luar sekolah .
“Selain itu kami akan selalu melakukan survey dan mengecekan secara rutin ,untuk memastikan kesiapan mempergunakan protokol kesehatan covid-19,”paparnya.
H.Rahmi Plt Dinas Pendidikan Balangan mengatakan bahwa Dinas Pendidikan sejak Tahun 2020 telah siap melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka dan pada tahun 2021 ini telah mengajukan izin kepada Kepala Daerah untuk dapat melaksanakan nya.
“Kami memiliki PUAD sebanyak 120 dan SD sebanyak 128 buah serta beberapa buah SMP , kami telah melakukan vertifikasi ke sekolah – sekolah sesuai quisioner yang kami lakukan dengan didukung orang tua murid dan komete ,pada umumnya siap melaksanakan pembelajaran tatap muka,”katanya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Balangan ,H.Yamani menyampaikan memang telah melaksanakan kegiatan belajar namun hanya para siswa yang datang ke sekolah untuk mengambil tugas dari gurunya untuk dikerjakan secara online .
Pada sesi akhir Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah Balangan Alive Yoesvah Love memaparkan, bahwa zone tidak bisa diambil patokan untuk menentukan zone.l hijau atau kuning.
Disampaikannya, hal ini karena zone selalu berubah – rubah.
“Bagi penyelenggara pendidikan harus menyiapkan protokol kesehatan covid-19 ruang untuk tempat belajar dan mengajar dengan kafasitas 50 orang murid harus separuhnya hadir tatap muka yang lainya melalui daring,”katanya.
Diterangkannya, para pendidik dan murid selalu memakai masker,para pendidikan harus diswab.
“Yang boleh tatap muka untuk SD kelas 5 dan 6 tidak boleh kelas 1sampai dengan 4 dan PAUD tidak boleh dilaksanakan .untuk menentukan boleh tidaknya percobaan pembelajaran tatap muka kita lakukan sesuai SOP yang nantinya kita lakukan pembahasan lebih mendalam,”pungkasnya.





