Amuntai, kalselpos.com – Fenomena Hoax atau berita bohong/ informasi palsu, sedari dini semakin merajalela di dunia maya dan dengan mudahnya penyebaran informasi melalui media sosial (medsos) sehingga dapat menimbulkan beragam opini masyarakat.
Penyebaran berita hoax juga mampu membawa pada kerancuan informasi dan kehebohan publik akan suatu informasi.
Hal ini tidak luput dari perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat selain, dimana membawa dampak positif, juga membawa dampak negatif.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) H. Adi Lesmana, mengajak masyarakat untuk bijak dan meningkatkan literasi digital dengan cara yang baik untuk terhindar dari penyebaran hoax, ujaran kebencian, dan isu SARA dalam menggunakan medsos maupun internet.
“Terlebih media sosial lebih rentan menyebarkan berita hoax, sehingga masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam memilih informasi, “ Kamis (3 /6)
Berita hoax banyak ditemui pada momen atau situasi tertentu. Dirinya mengingatkan agar masyarakat lebih cerdas lagi atau selektif dalam memilih berita yang benar-benar akurat yang terjamin validitasnya.
“Kita juga harus mengetahui apakah akun-akun yang menyebarkan berita ini kredibel, misalnya kita bisa membaca informasi koran-koran, website atau media yang kredibel atau terpercaya kevalidannya,” ucapnya.
Ia mengatakan, bahwa masyarakat juga harus lebih selektif dalam membagikan berita yang belum diketahui kebenarannya, karena pada dasarnya penyebaran berita hoax tidak dibenarkan baik dari sisi Agama maupun Undang-Undang.
“Sebelum menyebarkan atau membagikan berita, alangkah baiknya kita harus memastikan kebenaran dan sumber-sumbernya baik itu dibaca isinya ataupun menelusuri kebenarannya di internet, agar tidak ada pihak yang dirugikan karena berita hoax tersebut,” ujar Adi.
Ia berharap, dengan meluasnya penggunaan smartphone dan kemudahan pengaksesan internet agar digunakan masyarakat sebaik-baiknya dalam kehidupan sehari-hari yang memberi manfaat baik dalam bersosial.





