LSM minta Polda usut Tuntas hilangnya barbuk Batubara ‘ber-police Line’ di konsesi PT AGM

[]istimewa AKSI DAMAI - Puluhan aktivis LSM, saat menggelar aksi damai terkait hilangnya ribuan ton barbuk batubara, di depan Kantor Kejati dan Polda Kalsel, Kamis (20/5) kemarin.

Banjarmasin,kalselpos.com – Puluhan massa dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan pencurian barang bukti ribuan ton batubara di konsesi PT AGM.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Aliansyah, koordinator dari puluhan aktivis LSM, saat menggelar aksi damai, di depan Kantor Kejati dan Polda Kalsel, Kamis (20/5) kemarin.

“Sangat aneh barang bukti (barbuk) batubara yang sudah dipasang garis polisi tersebut tidak diketahui. Karena itu kami menuntut Polda Kalsel segera menyelidikinya,” ujar Aliansyah, yang juga Ketua Kelompok Pemerhati Kinerja Aparatur Pemerintah dan Parlemen (KPK APP).

Dugaan sementara, seperti diungkapkan pihak AGM baru-baru tadi, barbuk batubara hasil dari aktivitas penambang liar tanpa izin (Peti) telah dicuri para penambang liar.

Aliansyah juga menduga kasus dugaan pencurian, ini juga ada keterlibatan oknum aparat.

”Polda Kalsel harus mengusut tuntas raibnya barang bukti ribuan ton batu bara ilegal yang sudah di ‘police line’ ini. Jangan sampai dibiarkan, dan seolah-olah hanya kecolongan biasa,” tegas Aliansyah.

Pos terkait