Batulicin, kalselpos.com – Upaya pencarian terhadap satu korban tersisa yang tertimbun longsor, Sabtu (30/1/22) kemarin, terpaksa dihentikan sekitar pukul 17.30 WITA oleh tim gabungan evakuasi.

Disampaikan Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanbu, Abdul Rahim, dalam wawancara langsung kalselpos.com, Sabtu sore, di sekitaran TKP tambang rakyat, ini adalah hari ke enam pencarian kecelakaan kerja tambang rakyat di lokasi PT CAS yang terperangkap di dalam lubang atau groud tambang.
Berdasarkan intruksi pencarian yang dikeluarkan Bupati Tanbu, H Sudian Noor, jika Minggu (31/1/21) merupakan batas pencarian korban kecelakaan kerja akibat longsor dari tekanan air dari atas tambang, terangnya.
Jika pada Minggu, korban masih belum juga ditemukan, maka untuk pencarian akan dihentikan sementara, sebagaimana hasil pertimbangan bersama, sesuai dengan Standar Operasi Prosedur (SOP), mengingat kondisi dinding lubang di sekitaran tambang sudah lemah (rapuh).
Tentunya kondisi ini sangat membahayakan para relawan dan tim evakuasi lainnya.
Kendati demikian, menurut Abdul Rahim, pihaknya akan berkoordinasi lagi dengan Bupati Tanbu terkait dengan hal itu, apakah akan ditambah waktu pencarian lagi terhadap satu pekerja yang belum ditemukan atau dihentikan.
Sementara, Kepala Kantor SAR Kalsel, Sunarto menyatakan, kondisi di dalam lubang tambang sangat rawan, genangan air bercampur lumpur dalam lubang tepat 50 meter dari pintu masuk tambang masih dalam.
Satu pekerja tambang yang belum ditemukan tersebut adalah atas nama Misjo alias Bapak Imam (50), asal Mentewe, Kabupaten Tanbu.
kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional
Download aplikasi kalselpos.com versi android kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com
Penulis : kristiawan
Editor. : s.a lingga
Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya





