Dijaga Ketat, Ribuan Aparat Keamanan Diturunkan saat Tahun Baru di Banjarmasin

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto saat memeriksa kesiapan aparat keamanan yang diturunkan saat guna pengamanan malam tahun baru (Ist)

Banjarmasin, kalselpos.com – Pergantian tahun baru 2021 diprediksi pemerintah bakal menjadi penyebab lonjakan kasus baru. Dan itu sudah memprediksi jauh-jauh hari.

Aparat keamanan dikerahkan untuk menjaga ketertiban saat pergantian tahun baru ini. Termasuk mencegah kerumunan saat perayaannya.

Bacaan Lainnya

Kapolri Jenderal Idham Azis bahkan mengeluarkan maklumatnya. Secara resmi, Maklumat Kapolri bernomor Mak/4/XII/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Libur Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 dikeluarkan pada Rabu, 23 Desember lalu.

Bertempat di Jalan Jenderal Sudirman Banjarmasin Tengah, apel kesiapan pengamanan pergantian tahun baru 2021 digelar.

Pasukan gabungan baik TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, maupun tenaga kesehatan dilibatkan dalam apel yang dipimpin Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Kapolda Kalsel Irjen pol Rikwanto, dan Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah tersebut.

Sedikitnya ada 1.900 anggota gabungan yang disiapkan untuk pengamanan kali ini. “Totalnya 1.900 an, ini gabungan,” ujar Karo Ops Polda Kalsel, Kombes Moch Noor Subchan usai apel.

Masyarakat Kalsel diwanti-wanti untuk tak membuat kerumunan saat perayaan pergantian tahun baru 2021.

Jika masih bebal, siap-siap dibubarkan oleh petugas. Bahkan tiga kali ditegur masih mental harus mau di rapid test antigen.

Apabila reaktif wajib menjalani karantina di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Asrama Haji Landasan Ulin yang sudah disiapkan pemerintah.

“Tak ada kerumunan lebih dari 20 orang. Dianjurkan tegur tiga kali, jika tak diindahkan ada tim prokes akan dicek dengan antigen. Reaktif langsung dibawah ke bapelkes di Asrama haji,” kata Subchan dalam arahannya.

Tak hanya itu, pencegahan kerumunan juga dilakukan dengan menduduki titik-titik yang berpotensi menjadi pusat keramaian saat pergantian tahun baru.

Petugas sejak besok pukul 16.00 Wita ditugaskan untuk menggelar apel di lokasi-lokasi itu. Seperti Siring Jenderal Sudirman, RE Martadinata, Siring Bekantan, RTH Kamboja, serta sejumlah titik lainnya.

Tujuannya tak lain agar tak keduluan masyarakat. Sebab jika sudah terlanjur maka dikhawatirkan sulit membubarkan. “Besok jam 4 sore apel di masing-masing lokasi yg diduga digunakan masyarakat. Kita lebih awal menduduki tempat tersebut,” jelasnya.

Masyarakat dianjurkan untuk merayakan pergantian tahun baru di rumahnya masing-masing. Tak ada yang keluar. Menyalakan kembang api pun dilarang. Selain berbahaya, juga menjaga potensi terjadinya kerumunan.

Lebih jauh, tempat hiburan ataupun tempat nongkrong seperti cafe dan sejenisnya diminta untuk tak buka. Jika ketahuan maka bakal ditindak tegas. Bahkan paling fatal bisa langsung segel petugas.

“Untuk tim intelegen dan pol PP untuk patroli, kalau masih ada Tempat hiburan, cafe. masih buka, langsung segel saja. Ga usah ragu,” tegas Subchan.

Adapun Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto meminta agar masyarakat memahami betul kondisi saat ini. Dimana ancaman penambahan kasus Covid-19 masih mengancam.

“Kita tak tau kapan pandemi ini akan berlalu. Pergantian tahun harus dilalui dengan baik. Jangan sampai jadi ajang berkerumun. Patuhi 3M. (Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak),” ujar Jenderal Polisi Bintang dua ini.

Rikwanto berkata, ia memahami betul hasrat masyarakat untuk merayakan pergantian tahun baru 2021 cukup tinggi. Namun sayang ujarnya pergantian tahun kali ini berbeda dari biasanya.

“Saya memahami betul psikologis masyarakat. Tak ada izin keramaian yang diterbitkan polri, tak ada kumpul-kumpul, tak ada penyalaan kembang api. Potensi bisa membuat orang ngumpul,” katanya.

Yang terpenting ujar Rikwanto, petugas saat menegur masyarakat harus secara humanis. Jangan sampai terjadi ketegangan ketika hal itu dilakukan.

“Itulah alasan mengapa lebih baik ditutup (titik-titik rawan kerumunan) Kalau dibubarkan takutnya ada yang tersakiti. Lebih baik dari awal ditutup. Pencegahan tetap humanis, soft. Kalau tak pakai masker tegur dan kasih masker,” imbuhnya

Terakhir ujar Rikwanto, dalam tugas kali ini dikhususkan bagi anggota yang disiapkan. Tak perlu ada oknum atau ormas lain yang ikut turun tangan dalam pengamanan kali ini.

Ia memerintahkan jika ada oknum yang mencoba hal itu untuk segera diamankan. “Jangan ada lagi masyarakat yang main polisi-polisian. Kalau ada yang coba ganggu tangkap. Ini perintah langsung,” tandasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Hafidz
Editor : Zakiri

Pos terkait