MARABAHAN, Kalselpos.com– Dengan adanya bantuan dua unit mobil Polymerase Chain Reaction (PCR) terhadap Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) dari Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat mendapat reaksi positif dari Wakil Bupati Barito Kuala (Wabup Batola) H Rahmadian Noor.
Pria yang akrab dipanggil Pak Rahmadi itu ketika dimintai tanggapan, mengungkapkan, mobil PCR tersebut sangat berfungsi untuk mengetahui positif atau tidaknya seseorang terhadap penyebaran virus corona (Covid-19) melalui tes swab yang dilakukan.
“Dengan adanya bantuan mobil PCR itu maka otomatis mempercepat proses pemeriksaan terhadap sample yang diajukan dan hasilnya tidak lagi baru diketahui dalam jangka waktu antara 10 hingga 15 hari per orang,”katanya, Minggu (7/6/20).
Menurutnya, jika ingin efektif melakukan penanganan Covid-19 maka idealnya masing-masing kabupaten/kota harus memiliki satu mobil PCR.
Mengingat permasalahan yang sering dialami kabupaten/kota dalam penanganan kasus Covid-19 terkait keterbatasan sarana PCR yang dimiliki.
Selama ini, sebut Ramadi, alat PCR yang digunakan untuk mengetahui positif tidaknya pasien hanya dimiliki oleh pemerintah provinsi. Sehingga sample-sample pasien yang akan diperiksa menumpuk dan membutuhkan waktu lama.
Sementara kabupaten/kota sendiri terus menerus melaksanakan rapid test massal, khususnya Kabupaten Batola sendiri melakukanya.
Akibatnya, orang-orang yang pada saat menjalani rapid test berstatus reaktif juga menumpuk di karantina.
“Saya khawatir dengan lamanya menunggu hasil swab yang di karantina yang disediakan masing-masing kabupaten/kota selalu penuh dan terpaksa terus menerus harus menambah,” ucapnya sembari menyatakan bagi Batola sendiri sudah menyediakan 3 lokasi karantina di tambah dari provinsi yakni di Abulung.
kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia
Karena, untuk menghindari terus menumpuknya pasien berstatus ODP/OTG, ia berpandangan pemerintah pusat perlu memikirkan penyediaan sarana PCR untuk satu kabupaten/kota satu unit, terutama bagi tingkat penyebaran yang tinggi.
Di lain pihak, sambungnya lagi, dengan tersedianya mobil PCR maka penanganan yang dilakukan akan lebih baik karena tracing/pelacakan yang dilakukan akan lebih tepat dan efektif.
Karuan, jika lebih banyak melakukan tes dan bisa lebih efektif melakukan pelacakan, maka puncak penularan akan cepat ditemukan, sehingga grafik penyebaran dengan sendirinya akan landai, ucap Rahmadi dengan penuh keyakinan”.
“Karena, orang-orang yang terkonfirmasi positif dengan cepat diketahui dan ditangani, sehingga tidak menularkan terhadap orang lain,”pungkasnya.
Penulis : Muliadi Gani
Editor : Penanggungjawab : SA Lingga
Download aplikasi kalselpos.com versi android kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com





