Tanjung, kalselpos.com — Catatan strategis terkait kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi sorotan dalam rapat paripurna DPRD Tabalong.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Tabalong, H. Winarto, saat membacakan laporan yang menekankan pentingnya pembenahan tata kelola dan kepemimpinan perusahaan daerah.
Dalam paparannya, Winarto menyoroti pengelolaan BUMD, khususnya PT AMTB, yang hingga kini belum memiliki pimpinan definitif.
Kondisi tersebut dinilai berdampak pada lemahnya pengambilan keputusan strategis di tubuh perusahaan. Ia menegaskan, kekosongan jabatan ini tidak boleh berlarut-larut karena berpotensi menghambat kinerja dan pengembangan usaha.
“Segera lakukan seleksi atau fit and proper test untuk pengisian jabatan direktur definitif PT AMTB,” tegasnya.
Tak hanya itu, DPRD juga menilai Perumda Tabalong Jaya Persada belum menunjukkan terobosan signifikan dalam pengembangan usaha. Dampaknya, kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan profit dinilai masih minim.
Sebagai rekomendasi, DPRD meminta agar kajian-kajian yang telah dilakukan segera diimplementasikan secara konkret agar kinerja perusahaan daerah bisa lebih optimal.
Selain itu, pengisian jabatan strategis, baik di jajaran direksi, komisaris, maupun dewan pengawas, juga harus segera dituntaskan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani, menyatakan bahwa pihaknya menerima masukan dari DPRD sebagai bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah.
Dalam wawancara usai paripurna, H Fani menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan.
“Kami akan sampaikan tanggapan dan penjelasan dan kami urai satu satu langkah strategis apa yang akan kami lakukan” tandasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





