Warga Sungai Andai harapkan Pembangunan Sekolah dan Pembenahan Fasum

Teks: Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Zainal Hakim, melaksanakan reses, di kawasan Jalan Padat Karya, Komplek Perdana Mandiri Blok C2, Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, Kamis (2/4).(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Zainal Hakim, melaksanakan reses masa sidang I tahun 2026 di kawasan Jalan Padat Karya, Komplek Perdana Mandiri Blok C2, Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, Kamis (2/4).

 

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan tersebut, berbagai aspirasi disampaikan warga, salah satu isu yang paling menonjol adalah keterbatasan fasilitas pendidikan di kawasan Sungai Andai, yang dinilai tidak lagi mampu mengimbangi pertumbuhan jumlah penduduk.

 

Warga mengungkapkan, setiap tahun ajaran baru, banyak calon siswa yang tidak tertampung karena jumlah sekolah dan ruang kelas yang terbatas.

 

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan perbaikan fasilitas umum, termasuk pembenahan drainase, penyediaan bak sampah dan komposter, hingga perbaikan sistem pendataan penerima bantuan sosial (bansos) agar lebih tepat sasaran.

 

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Zainal Hakim menegaskan komitmennya untuk mengawal dan menyampaikan seluruh usulan warga kepada instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.

 

Menurutnya, penambahan sarana pendidikan di Sungai Andai sudah menjadi kebutuhan yang mendesak dan harus segera mendapat perhatian serius.

 

“Setiap penerimaan siswa baru, masih banyak yang belum tertampung karena keterbatasan kapasitas. Ini perlu menjadi pertimbangan bagi pemerintah kota untuk menambah fasilitas pendidikan,” ujarnya.

 

Ia juga menyoroti pentingnya perbaikan sistem drainase di kawasan tersebut. Menurutnya, saat musim hujan dan air pasang, aliran air kerap terhambat sehingga menyebabkan genangan yang berdampak pada jalan hingga permukiman warga.

 

Di sisi lain, Zainal turut mendorong penyediaan sarana pengelolaan sampah seperti bak penampungan dan komposter, mengingat kondisi darurat sampah di Banjarmasin yang membutuhkan penanganan hingga ke tingkat rumah tangga.

 

Tak kalah penting, ia juga menyoroti persoalan pendataan bantuan sosial. Ia menilai masih ada warga yang layak menerima bantuan, namun belum terdata dengan baik.

“Hal ini perlu menjadi perhatian bersama agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

 

Selain itu, ia juga mendorong pemerintah kota untuk segera memanfaatkan lahan fasilitas umum (fasum) yang masih kosong.

 

Menurutnya, lahan tersebut dapat dikembangkan menjadi ruang publik seperti taman bermain, lapangan olahraga, atau fasilitas lain yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

“Permasalahan fasum ini sering muncul saat reses. Karena itu, perlu dilakukan pendataan yang baik dan pembangunan sesuai kebutuhan warga, mengingat ini merupakan aset daerah,” pungkasnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait