Amuntai, kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pertanian Terintegrasi, di ruang rapat terbatas Sekretariat Daerah (Setda) HSU, Senin (6/4/2026).
FGD dihadiri Wakil Bupati HSU Hero Setiawan, Kepala SKPD terkait dilingkungan Pemkab HSU, akademisi, pakar dari Universitas Gadjah Mada, Tim dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), serta peneliti asal Wageningen University dan Research dari Belanda.
Wakil Bupati HSU menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi dukungan sejumlah pihak, mulai akademisi lintas perguruan tinggi yang turut memperkuat kajian dan implementasi pertanian di kota Amuntai.
Menurutnya kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi dan peneliti internasional cukup penting dalam mendorong penerapan sistem pertanian terintegrasi di Kabupaten HSU.
Wabup menyampaikan bahwa FGD Pertanian Integrasi sejalan dengan visi pembangunan daerah, yaitu mewujudkan HSU yang berkeadilan, unggul, dan kreatif sebagai pusat agrominapolitan serta penopang logistik Kalimantan Selatan.
Adapun program unggulan daerah yang berkaitan langsung dengan sektor pertanian dan peternakan, di antaranya Revitalisasi itik Alabio berbasis potensi lokal, pengembangan sistem closed loop itik Alabio.
Kemudian konservasi kerbau rawa, penguatan sektor perikanan tangkap, dan pengembangan program SITANI (Sistem Pertanian Terintegrasi).
Diharapakan dengan keterlibat dan kolaborasi akademisi, pakar, dan para peniliti berbagai potensi dapat implementasikan dan tantangan pertanian dapat dilalui.
“Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan peneliti internasional merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa pembangunan sektor pertanian kita berjalan modern, terukur, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





