Terkait Kepala Bayi Tertinggal dalam Rahim, RSUD Ulin tetap nyatakan proses Persalinan sesuai Standar

Teks foto :  []istimewa BERI KETERANGAn - Yan Kurniawan, Humas RSUD Ulin Banjarmasin saat memberikan jawaban atas dugaan malpraktik(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Terkait kasus dugaan malpraktik yang terjadi di RSUD Ulin Banjarmasin, yang kini masih terus bergulir, pihak humas rumah sakit ternama tersebut, masih enggan memberikan komentar lebih jauh saat didatangi kalselpos.com, Senin (06/05/2024).

 

Bacaan Lainnya

Humas RSUD Ulin Banjarmasin, H Yan Kurniawan S.Kep Ns M.Kes menyatakan, pihaknya masih tetap masih kokoh dengan jawaban pertama, yakni apa yang telah dilakukan itu sudah sesuai prosedur.

 

“Kami belum bisa bicara lebih jauh sebab kita menghargai proses penyelidikan yang masih berjalan, ” katanya.

 

Ditanya lebih jauh, terkait kenapa kepala bayi putus dan tertinggal di dalam rahim sang ibu berinisial MS (38) saat proses persalinan itu berlangsung, pihak RSUD Ulin tetap enggan memberikan komentar.

 

“Kita meyakin, tenaga kesehatan kami pada saat itu sudah bertindak sesuai standar dan akan mengikuti seluruh proses pemeriksaan, ” pungkasnya.

 

Tunggu saja hasil pemeriksaan dari kepolisian, jangan sampai ada pemberitaan yang kesannya menghakimi.

 

Namun, saat ditanya “kalau sesuai standar, kenapa leher bayi diduga bisa terputus dan tertinggal di dalam rahim ?

Apakah benar ? Ini pertanyaan kami Pak ? ”

 

Terkait pertanyaan via Wa kalselpos.com, itu hingga berita ini diterbitkan, belum direspon Humas RSUD Ulin Banjarmasin.

 

 

Diberitakan sebelumnya, dugaan malapraktik itu terjadi di salah satu rumah sakit daerah di Kota Banjarmasin, pada Minggu (14/4) sekitar pukul 04.00 Wita.

 

Terkait proses pelaporannya ada jeda waktunya karena saat itu kondisi sang ibu mengalami infeksi, sehingga harus menjalani perawatan terlebih dahulu.

 

Hingga laporan kepolisian diterima, pada Jumat (19/04/2024) setelah keluarga korban mendatangi Polresta Banjarmasin untuk memberikan beberapa keterangan guna ditindaklanjuti penyelidikan.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait