Terdakwa kasus Penusukan di SMAN 7, JPU tetap pada Tuntutan 2,6 Tahun termasuk Restitusi Rp277 juta

Teks foto :; Mashuri SH(kalselpos.com)

Banjarmasin,kalselpos.com
Selangkah lagi, persidangan anak berhadapan dengan hukum (ABH) kasus SMAN 7 bakal diputuskan majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin.

Bila pekan lalu kuasa hukum ABH membuat pledoinya atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Banjarmasin. Sidang yang berlangsung di Ruang Sidang Anak PN Banjarmasin, Selasa (30/4/2024) ini mendengarkan replik JPU atau tanggapan pledoi dari kuasa hukum ABH yang berinisial AR.

Bacaan Lainnya

Kata Mashuri SH, JPU Kejaksaan Negeri Banjarmasin, pihaknya tetap berpendirian dengan tuntutan awal di mana ABH dituntut pidana 2 tahun 6 bulan.

Tuntutan itu sudah sesuai dengan bukti dan beberapa keterangan saksi dalam persidangan sebelumnya. Yakni ABH dikenai Pasal 353 ayat 2 KUHP karena terbukti melakukan penganiayaan berat dengan rencana.

“Kami tetap sesuai dengan tuntutan awal, ABH kami tuntun pidana 2,6 tahun dengan pasal 353 ayat 2 KUHP,” ujarnya.

Mashuri juga menyampaikan, bahwa terdakwa tidak saja mendapat tuntutan pidana dari pihaknya, namun juga wajib membayar restitusi atau pembayaran ganti rugi atas pelaku kepada korban.

Dalam restitusi, JPU pun menyebutkan bahwa terdakwa dituntut membayar Rp 277 juta. Dimana nilai itu sesuai dengan keterangan yang disampaikan pihak LPSK kepada Kejaksaan.

“Terdakwa juga membayar restitusi senilai Rp277 juta,” katanya.

Benar saja, kasus yang menimpa korban yang merupakan teman terdakwa itu, telah membuat sejumlah mata luka serius, akibat tikaman pisau. Paling vital tusukan mengenai bagian perut yang mengenai organ dalam.

Korban sempat koma dan syok, kemudian setelah susah payah berhasil melawati masa kritis karena penanganan cepat oleh pihak rumah sakit.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait