Soal FN, tersangka Penipuan Investasi BBM Bodong, tim Kuasa Hukum ‘Angkat Bicara’

Teks foto []istimewa BERI KETERANGAN - Tim Kuasa Hukum tersangka FN, yakni Dr Junaidi SH MH (tengah) di dampingi Siswansyah SH MH dan Setiawan SH saat memberikan keterangan.(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Kuasa hukum Dr Junaidi SH MH menyatakan, berbagai tudingan yang dilontarkan terhadap FN ( 27 ), klinenya yang diduga seorang  penipu atau melakukan penggelapan berkedok bisnis investasi BBM bodong, sama sekali tidak benar.

Apalagi jika ada yang mengait-ngaitkan dugaan keterlibatan sang suami yang ‘nota benenya’ adalah seorang anggota kepolisian, juga sangatlah tidak tepat.

Bacaan Lainnya

“Pasalnya, bisnis investasi BBM yang selama ini dilakukan klien kami FN, dijalankannya semenjak 2019 lalu dan pada saat itu belum menikah dengan suaminya (anggota Polri, red) sekarang,” terang Tim Kuasa Hukum FN, Dr Junaidi SH MH bersama rekan Siswansyah SH MH dan Setiawan SH, Kamis (25/4/24) lalu.

Dijelaskan, semenjak 2019 lalu hingga awal April 2024, bisnisnya berjalan lancar dan bahkan penginvestasi bisnis BBM tersebut berjalan aman dan lancar, ditambah para penanam investasi sudah banyak yang mendapatkan hasil.

” Dari bisnis investasi BBM  yang dilakukan FN hampiri 99 persen para penginves telah menerima hasil, jadi tidak benar apa yang diisukan melalui medsos yang selama ini beredar, ” ungkap Dr Jun, panggilan akrab Dr Junaidi SH MH.

Tidak hanya itu, tudingan dugaan penipuan kliennya sangatlah tidak tepat, di mana untuk menanamkan investasi BBM kepadanya ada sebagian yang langsung mengirimkan uang ke rekeningnya, dan bahkan ada yang mentransfer modal dulu, dan setelah dananya masuk baru mereka memberitahukan telah mentransfer.

Dijelaskan, adapun adanya permasalahan hukum yang menimpa kliennya tersebut berawal dari pelapor berinisial J yang meinvestasikan dananya sebesar Rp50 juta terhadap bisnis BBM milik FN.

Namun belakang, pada pertengahan April 2024, kondisi yang dibisniskan hasilnya kurang bagus alias minim.

“Padahal pihak kami telah menawarkan perdamaikan untuk mengembalikan dana yang diinvestasikan tersebut, namun J tidak bersedia,” ucapnya.

Parahnya lagi, setelah sebagian aset penting, karena bisa menghasilkan atau pemasukan, turut disita Polisi, para investor mendadak ingin serentak mengambil dananya. “Padahal jika bersabar dan bergiliran, pasti bisa teratasi semuanya, ” pungkas Dr Jun.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait