Haruman Diminta Bertanggung Jawab, Sebut Adv Restu dan Warga Pilang Munduk Mafia Illegal Mining

Teks foto: Advokat Restumini SH selaku kuasa hukum dengan kliennya Lesie alias Indu Ebot bin Dagot saat jumpa pers dengan sejumlah awak media. (Istimewa)(kalselpos.com)

Palangka Raya, kalsepos.com – Pengacara Haruman diminta bertanggung jawab dan klarifikasinya usai pernyataannya di salah satu media online.

 

Bacaan Lainnya

Keberatan ini disampaikan Adv Restumini SH yang tidak terima dengan pernyataan Haruman yang menyebutkan dirinya membekingi kegiatan illegal mining.

 

“Walaupun hanya inisial nama saya saja yang disebutkan saudara Haruman namun karena perkara yang sedang ditangani terkait dengan klien Haruman jelas itu mengarah kepada saya dan perkara antara Bu Lessie dan Bu Rusli merupakan perkara perdata dan bukan ranah pidana,” tegas Restu, Kamis 25 April 2024.

 

Ia menyesalkan sikap Haruman karena hal yang disebutkan diluar subtansi perkara.

 

“Saya meminta saudara Haruman untuk bertanggung jawab dan melakukan klarifikasi atas pernyataan sekaligus tuduhan tanpa landasan hukum yang kuat karena tidak ada alat berat seperti dalam pemberitaan, dan itu hanya pertambangan emas tradisional rakyat yang hanya menggunakan lanting dan diatas tanah pribadi serta bersifat sementara,” ungkap pengacara perempuan ini.

 

Terpisah, senada dengan Restu, Sinker Ketua RT 01 Desa Pilang Munduk, Kabupaten Gunung Mas yang mewakili puluhan warga Pilang Munduk menyatakan menolak dan apa yang dikatakan Haruman tidak benar.

 

“Jelas kami kecewa karena Haruman menyebutkan kalau kami ini bagian mafia illegal mining hanya karena kami bersaksi kalau Bu Lessie adalah anak angkat dan ahli waris yang sah dari almarhum Bu Anna dan Pak Dagot,” ujar Sinker.

 

Diketahui pernyataan Haruman tersebut keluar setelah kliennya (Bu Rusli. red) berseteru dengan ibu Lessie perihal perkara perdata terkait hak waris.

 

“Saya tidak mengerti apa yang dituduhkan Haruman karena ini menyangkut hak waris antara saya dan adik kandung saya Bu Rusli,” ucap Lessie saat ditemui bersamaan dengan Restu.

 

Ia menyayangkan sikap adiknya terkait harta warisan yang sudah diberikan oleh Bu Anna dan Pak Dagot kepadanya.

 

“Karena yang sah secara adat sebagai anak angkat dan sebagai ahli waris adalah saya, sedangkan Bu Rusli hanya menumpang dan saya besarkan sejak dirinya tidak bersekolah lagi,” bebernya.

 

Lessie menyatakan miris dengan sikap adiknya yang menuduh mereka melalui pengacaranya kegiatan illegal mining di tanah yang bukan hak milik Rusli.

 

“Kegiatan penambangan emas tradisional yang kami lakukan hanya untuk menutupi kekurangan pemugaran kuburan dan pemakaman kembali orang tua angkat saya yang memerlukan dana sekitar 300 juta rupiah dan ini sudah hampir terlaksana,” ucapnya

 

Dengan nada lirih Lessie masih berharap adik tercintanya ini sadar dan bisa berkumpul kembali sebagai keluarga.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait