Adv Ajung Suan Ingatkan Bahayanya “Modus Kejahatan Berkedok Cinta”

Teks foto:  Adv Ajung TH L Suan. (Istimewa)(kalselpos.com)

Palangka Raya, kalselpos.com – Fenomema kejahatan “love scamming” atau tindak kejahatan yang berkedok cinta menjadi sebuah modus kejahatan luar biasa yang mampu menguras korban hingga ratusan triliun.

 

Bacaan Lainnya

Seperti yang diunggah di laman Supervisory Special Agent Unit Kejahatan Ekonomi FBI David Harding dari podcast berjudul For The Love of Money yang diunggah di laman Supervisory.

 

Agent Harding mengatakan pada 2021, ia mendapatkan data kerugian akibat penipuan melalui internet mencapai USD 7 miliar atau kurang lebih Rp106 triliun (dengan kurs USD 1 sama dengan Rp15.200 pada Jumat 17 Februari 2023) di seluruh dunia. Sedangkan kerugian akibat penipuan terkait romantika mencapai USD 956 juta atau kurang lebih Rp14 triliun (dengan kurs USD 1 sama dengan Rp15.200 pada Jumat 17 Februari 2023). Artinya, kerugian akibat penipuan terkait romantika mencapai 13 persen dari jumlah total kerugian di internet.

 

Bukan hanya di luar negeri. Penipuan bernuansa romansa juga terjadi di Indonesia. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mendeteksi transaksi mencapai miliaran rupiah dari kasus penipuan bermodus cinta. Bahkan, kasus tersebut paling banyak dilaporkan ke PPATK.

 

Itu sebenarnya penipuan, Tapi menggunakan pancingan-pancingan terhadap orang-orang tertentu yang diminta mengirimkan uang,” kata Kepala PPATK dikutip dari artikel berjudul PPATK: Kasus Penipuan Modus Love Scamming Marak di Indonesia, Transaksi Capai Miliaran diunggah di laman suara.com pada Rabu 28 Desember 2022.

 

Menanggapi hal tersebut pengacara asal kota cantik Palangka Raya Advokat Ajung TH L Suan SH mengatakan bahwa kejahatan yang menyerang atau mengkondisikan perasaan seseorang sehingga diperdaya dan diperas.

 

“Di Provinsi Kalimantan Tengah sendiri modus kejahatan atas nama cinta sudah marak terjadi dan bahkan sudah diupgrade dengan modus yang lebih canggih” kata Ajung, Rabu (17/4/2024).

 

Ia menjelaskan bahwa menurut info disatu Kabupaten di Kalteng ini sudah memiliki komunitas yang diduga para pelaku scamming love,dengan modus menguasai harta suami atau istri lalu dengan alasan yang diskenariokan menceraikan suami atau istrinya

 

“Seperti yang pernah saya lihat di medsos Facebook yang akhir ini viral ada seorang pria yamg mengaku ditipu dan dipermainkan sehingga keluar uang ratusan juta untuk seorang perempuan yang katanya adalah calon istrinya dan,” tutur Advokad yang low frofile ini.

 

Dirinya membeberkan bahwa para pelaku kejahatan scamming love bisa dilaporkan dan bisa dipidanakan karena unsur tindak pidananya sudah terpenuhi

 

Menurutnya hemat Advokad yang akrab disapa bang Ajung ini perbuatan tersebut bisa dijerat dengan pasal 378, dimana salah satu unsur nya adalah “…dengan tipu daya muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan sesuatu barang kepadanya …” , jadi pada modus ini pelaku menjerat korban dengan pura2 mencintai korban bahkan bersedia dinikahi namun kemudian korban ditinggalkan sehingga tidak saja menimbulkan kerugian materil tetapi juga menimbulkan kerugian immateril, oleh karena itu ada baiknya untuk muda mudi yang sedang menjalin hubungan asmara sebaiknya kenali dulu dengan seksama pasangannya.

 

“Saya menghimbau agar mewaspadai tindak kejahatan scamming love karena si korban pasti tidak menyadari bahwa ini adalah penipuan ,apalagi sudah dibutakan oleh cinta,” tutupnya.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait