Nyawa sang Sopir ‘Melayang’, Gegara Hutang sebesar Rp4,5 juta dibalas dengan Tusukan Belati

Teks foto : []Akhmad fauzie REKA ADEGAN - Tersangka BN saat memperagakan adegan saat dirinya menusukan sebilah pisau ke paha korban, Rahmat Taufik (41), yang diperagakan orang lain.(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com
MARB (35) alias BN, warga Jalan Banyur Dalam, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat harus meringkuk di balik jeruji sel tahanan Polsekta Banjarmasin Barat setelah menghilangkan nyawa korban Rahmat Taufik (41).

Korban yang seorang sopir itu, tewas usai coba ditagih hutangnya oleh pelaku BN saat berada di sebuah warung di Jalan Gubernur Soebardjo, Banjarmasin Selatan, Jumat (23/2/2024) lalu.

Bacaan Lainnya

Kini, perkara pembunuhan itu direkonstruksi di halaman Polsekta Banjarmasin Selaran, Senin (1/4/2024) siang.

Dalam rekonstruksi yang menghadirkan Jaksa Penuntut Umum dan pengacara terdakwa dari LBH, ini terdapat 21 adegan di mana terdapat adegan penusukan oleh pelaku hingga korban jatuh tersungkur.

Korban Rahmat Taufik, warga Jalan Sungai Andai mengalami satu luka tusuk di bagian paha sebelah kiri.
Korban menghembus nafas terakhir saat mendapat perawatan medis di RS Sultan Suriansyah Banjarmasin.

Peristiwa penusukan ini dipicu adanya hutang korban yang telah lama belum dibayar kepada saksi Abdullah sebesar Rp4,5 juta.

Gara – gara alias Gegara terlalu lama dan sering beralasan saat ditagih, saksi Abdullah pun meminta bantuan pelaku BN untuk menagihkan dengan imbalan Rp500.000.

Singkat cerita, tersangka BN bersama saksi Rujiansyah alias Uji dan pemilik hutang yaitu Abdullah, sempat mencari ke rumah korban, namun korban ternyata tidak berada di rumah.

Kemudian, mereka bertemu di sebuah warung milik H Budi yang berdekatan dengan SPBU Inayah.

Sebelum menagih korban, pelaku bersama dua saksi sempat menegak alkohol. Saat akan ditagih, istri korban sempat ketakutan dan mengambilkan uang dari ATM sebesar Rp500 ribu untuk mencicil kepada Abdullah, namun tidak ada kesepakatan hingga terjadi cekcok antara Abdullah dan korban.

Saat Abdullah cekcok mulut dengan korban, tersangka BN datang dengan mengeluarkan sebilah pisau Belati dari balik pinggangnya dan langsung menusukkannya ke paha kiri korban.
Korban yang saat itu sedang menggendong anaknya langsung jatuh tersungkur.

Melihat korbannya tersungkur, pelaku dan saksi pun langsung meninggalkan tempat kejadian dengan menggunakan motor milik korban.

Korban yang bersimbah darah pun lalu dibawa warga menuju Rumah Sakit Sultan Suriansyah, hingga akhirnya korban menghembuskan nafas terakhirnya.

Pelaku berhasil dibekuk, pada Minggu (17/3/2024) malam, di rumah orang tuanya di Jalan Banyiur Dalam Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat. Dari tangan pelaku ditemukan kumpang pisau belati dan sepeda motor trail rakitan.

BN, ayah satu anak ini mengaku menyesali perbuatannya telah menghilangkan nyawa korban.
” Sungguh saya tak menyangka jika korban meninggal dunia karna hanya mengalami luka tusuk di paha,” ucap BN.

Wakapolaek Banjarmasin Selatan AKP Prasetyo menyebut,
tersangka terancam dijerat pasal Pasal 340 jo 338 sub 351 ayat (3) jo 365 ayat (3) KUH Pidana.
“Namun untuk lebih jauh, kami akan terus mendalami perkara ini,” jelas Prasetyo.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait