Melalui Restorative Justice, 3 kasus Pidana di Kejati Kalsel dihentikan Penuntutannya

Teks foto []istimewa SELESAIKAN PERKARA -  Kejati Kalsel kembali menyelesaikan tiga perkara dugaan tindak pidana di luar pengadilan, melalui penerapan keadilan restoratif atau Restorative Justice(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Kejati Kalsel kembali menyelesaikan tiga perkara dugaan tindak pidana di luar pengadilan, melalui penerapan keadilan restoratif (Restorative Justice), setelah disetujui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Dr Fadil Zumhana, Selasa (26/3/2024) lalu.

 

Bacaan Lainnya

Ketiga perkara tersebut, pertama di Kejari Kabupaten Banjar, dengan tersangka Fiska Rizky Muzakiah yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP.

 

Lalu, perkara yang ditangani Kejari Tapin, dengan tersangka M Kholilur Rohman yang disangka melanggar Pasal 310 ayat (4) UU RI No.22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

 

Selanjutnya, perkara di Kejari Hulu Sungai Utara, dengan tersangka Arief Noor Rahman yang disangka melanggar Pasal 480 Ayat (1) KUHP.

 

Syarat penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ketiga perkara itu terpenuhi, karena para terdakwa baru pertama kali melakukan tindak pidana, dan ancaman tindak pidana di bawah lima tahun.

 

Kemudian telah ada pemulihan kembali pada keadaan semula yang dilakukan terdakwa dengan cara mengganti kerugian korban, mengembalikan barang yang diambil dari korban dan telah ada kesepakatan perdamaian antara korban dan terdakwa.

 

Plt Wajati Kalsel, Akhmad Yani, melalui Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Yuni Priyono mengatakan, penghentian perkara sesuai dengan ketentuan Kejaksaan Agung Nomor 15 Tahun 2020 tentang Restorative Justice. Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) telah berkoordinasi dengan pihak penyidik yang menangani perkara tersebut.

 

“Penerapan Restoratif Justice tidak mudah, ada ketentuannya, di antaranya sudah ada perdamaian, korban memaafkan perbuatan tersangka, adanya ganti rugi, dan kerugian yang ditimbulkan dari tindak pidana nilainya tidak lebih dari Rp 2,5 juta serta perbuatan tindak pidana yang dilakukan tersangka baru pertama kali,” pungkasnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait