Wakil Bupati Banjar membuka kegiatan Advokasi Keamanan Pangan Terpadu Kelurahan/Desa

Teks foto Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi hadiri kegiatan Advokasi Keamanan Pangan Terpadu Kelurahan/Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas dan PJAS Aman yang diselenggarakan BBPOM Banjarmasin, di Hotel Rodhita, Banjarbaru, Senin (04/03/2024) pagi.(ist)

Martapura, kalselpos.com– Keamanan pangan harus menjadi perhatian bersama, sebab akan mempengaruhi berbagai sektor, salah satunya sektor kesehatan masyarakat dimana akan terkait dengan gizi, stunting dan kualitas SDM generasi berikutnya.

Hal tersebut diutarakan Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi saat membuka kegiatan Advokasi Keamanan Pangan Terpadu Kelurahan/Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas dan Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah (PJAS) Aman yang diselenggarakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banjarmasin, di Hotel Rodhita, Banjarbaru, Senin (04/03/2024) pagi.

Bacaan Lainnya

Dikatakannya, salah satu program dari BBPOM Banjarmasin yakni desa pangan aman bertujuan meningkatkan kemandirian masyarakat desa dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman pada tingkat perseorangan dan memperkuat ekonomi desa.

“Program keamanan pangan ini perlu dilakukan secara berkesinambungan bersama lintas sektor di daerah melalui integrasi program,” ucapnya.

Lebih lanjut Wabup mengungkapkan, saat ini sebanyak 4 desa/kelurahan di Kecamatan Aranio dan Martapura, 8 sekolah dari tingkat SD hingga madrasah dan aliyah serta satu pasar yang melaksanakan program keamanan pangan.

“Untuk itu monitoring dan evaluasi perlu dilakukan agar dapat mengetahui kemajuan dan dampak pelaksanaan tersebut,” tambahnya.

Pengawas Farmasi Makanan (PFM) Ahli Madya BBPOM Banjarmasin Gusti Maulita Indriyana menjelaskan, advokasi keamanan pangan terpadu ini telah diinisiasi pada 2011 untuk sekolah, 2014 desa dan 2015 untuk pasar. Menurutnya pada 2024 Kalimantan Selatan diwakili oleh Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin.

“Berdasarkan pengawasan kami saat ini salah satunya masih ditemukan permasalahan penyalahgunaan bahan berbahaya seperti borak pada kerupuk, formalin pada cumi kering dan pewarna tekstil pada terasi,” sambungnya.

Diketahui, 4 desa/kelurahan mewakili Kabupaten Banjar yaitu Desa Indrasari, Desa Tiwingan Lama, Kelurahan Pasayangan dan Sekumpul. Sedangkan untuk sekolah sebanyak 8 masing-masing SDN Jawa 2, SDN Jawa 5, SMPN 1 Kertak Hanyar, SMPN 2 Martapura Timur, MIN 14, MIN 16, MAN 2 dan MAN 4 Banjar serta satu pasar yaitu Pasar Batuah Martapura.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait