Pasutri dibekuk usai Mengambil tas berisikan Sabu di Jalan A Yani Km 14,5 Gambut

Teks foto : []istimewa USAI DITANGKAP - Pasutri warga Banjarmasin usai ditangkap Subdit III Ditresnarkoba Polda Kalsel karena nekat mengambil 14 paket besar Narkoba jenis sabu di kawasan Gambut.

Banjarmasin, kalselpos.com – Subdit III Ditresnarkoba Polda Kalsel meringkus pasangan suami istri (pasutri), lantaran tertangkap tangan oleh petugas saat mengambil tas besar yang diduga berisikan Narkotika jenis sabu, di Jalan A Yani, Km 14,5 Komplek Sejahtera Mandiri Asri, Kelurahan Gambut, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Jumat (1/12/2023) lalu.

“Mendapatkan adanya informasi akan terjadi transaksi narkoba, dalam jumlah besar, segera kami langsung melakukan penyelidikan di kawasan tersebut. Benar saja saat dilakukan penggeledahan di dalam tas kepada dua orang terduga pelaku, yang pada saat itu gerak-geriknya mencurigakan, didapati 14 paket besar sabu, ” ucap Direktur Ditresnarkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Kelana Jaya, melalui Kasubdit III AKBP Jupri Tampubolon. Kamis (07/12/23) siang.

Bacaan Lainnya

Dikatakannya, dua orang terduga pelaku tersebut adalah pasutri berinisial YPS (32) tahun warga Jalan Melayu Laut, Kelurahan Melayu, Kecamatan Banjarmasin Tengah dan EE (42 tahun) warga Jalan Veteran, Gang H Asmuni, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Banjarmasin Timur

“Jadi di tempat kejadian perkara (TKP), petugas melihat dua orang mencurigakan,
berhenti dipinggir jalan, lalu turun dari sepeda motor dan mengambil tas warna hitam yang diletakkan disamping pohon pisang, dan segera pergi dengan cepat setelahnya, ” jelasnya.

Melihat hal tersebut, petugas yang curiga langsung memberhentikan sepeda motor yang digunakannya, dan langsung melakukan pemeriksaan, ditemukanlah 14 paket besar narkotika jenis sabu, dengan berat kotor sebesar 14,23 kilogram, dari dalam tas itu.

Setelah berhasil mengamankan keduanya, mereka mengaku hanya mengaku disuruh seseorang dari dalan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) untuk mengambil sabu tersebut.

“Pengakuan sementara mereka hanya disuruh mengambil tas yang berisikan sabu tersebut oleh seorang yang sedang berada dari dalam (Lapas), ” ungkapnya.

Masih dilakukan pengembangan terkait orang yang menyuruh kedua pasutri ini mengambil tas yang berisikan 14 paket besar tersebut.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait