Kejari Tapin Hentikan Kasus Penganiayaan Berdasarkan Restoratif Justice

Teks foto Kajari Tapin Adi Fakhrudin menyerahkan surat keputusan salinan dihentikan penuntutan kasus penganiayaan kepada tersangka Ady Saputra bertempat Kantor Kejari Tapin.(ist)

Rantau, kalselpos.com– Kejaksaan Negeri Tapin menghentikan penuntutan perkara penganiayaan dengan tersangka Ady Saputra SE Bin Sukisman (39) terhadap korban berinisial MHI dengan pendekatan keadilan restoratif atau restorative justice (RJ).

Kajari Tapin Adi Fakhrudin menjelaskan perkara diajukan dengan tersangka Ady Saputra (39) warga Binuang Tapin melanggar Pasal 80 jo Pasal 76C UU No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak yang telah dirubah dan ditambah dengan UU No. 17 tahun 2016 tentang penetapan PERPU Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dengan ancaman pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau dende paling banyak Rp 72.000.000,00.

Bacaan Lainnya

“Permintaan penghentian penuntutan dilakukan karena antara tersangka dan korban ada kesepakatan damai dan tulus ikhlas memaafkan dan tersangka menyesali perbuatan yang dilakukan dan tersangka telah memberikan santunan kepada korban, “jelas Adi.

Dikatakannya bahwa proses perdamaian dilakukan pada tanggal 20 Oktober 2023 bertempat di rumah Restorative Justice (Rumah Baparbaik) Kecamatan Binuang dan difasilitasi oleh Jaksa Dan dihadiri oleh berbagai pihak Jajaran Kejaksaan, Tersangka dan Korban, keluarga korban, Keluarga tersangka dan tokoh masyarakat.

“Di rumah RJ Baparbaik Binuang antara Tersangka dan Korban serta Keluarga Korban sepakat berdamai dengan tulus ikhlas saling memaafkan dan tersangka melakukan tindak pidana karena kelalaian, “katanya.

Kasus penganiayaan terjadi pada hari Sabitu tanggal 15 Agustus 2023 sekitar pukul 09.30 Wita di Desa Ahmad Yani Pura Bick E RL. COS R 002 Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin (tepatnya di depan rumah Tersangka), saat itu korban berinisial MHI yang berusia 9 (Sembilan) tahun bersama saksi M Noor datang ke rumah tersangka untuk membeli sesuatu yang ada di toko milik tersangka.

Namun saat sampai di rumah tersangka, Anak korban malah menghampiri anak-anak tersangka dan mengikuti anak anak tersangka masuk ke dalam rumah, pada saat itu saksi M Noor menegur korban agar tidak masuk ke dalam rumah tersangka, namun korban tidak mendengarkan perkataan Saksi.

Kemudian korban masuk ke dalam kamar untuk mendatangi anak-anak tersangka yang mana didalam kamar tersebut terdapat anak tersangka yang masih berusia 4 bulan, Saat itu tersangka takut karena korban mengalami gangguan hiperaktif dan sebelumnya korban pernah memukul anak dari tersangka

Selanjutnya tersangka menyuruh saksi M Noor untuk membawa pulang anak korban namun anak korban tidak mau, tersangka mendatangi anak korban dan mengangkat anak korban menuju sepeda motor dan menaruhnya di atas jok belakang, Pada saat itu korban memberontak dan tangan korban mengenai wajah tersangka, mengakibatkan gigi tersangka lepas, kemudian tersangka tidak sengaja/refleks memukul dengan tangan ke arah kepala begian kiri korban sebanyak 1 kali, yang mengakibatkan kepala sebelah kiri Anak korban mengalami bengkak.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait