Sidang Ayah penjarakan Anak, Terdakwa minta Bebas

Teks foto []istimewa KEMBALI DISIDANGKAN - Kasus yang menjadi viral, di mana ayah tega jebloskan anak kandungnya ke penjara, dalam persidangan dengan agenda Duplik dari terdakwa Mujahidin (anak kandung,red), kembali digelar Kamis ( 30/11/2023 ) lalu.

Banjarmasin, kalselpos.com – Kasus yang menjadi viral, di mana ayah tega jebloskan anak kandungnya ke penjara, dalam persidangan dengan agenda Duplik dari terdakwa Mujahidin (anak kandung,red), kembali digelar Kamis ( 30/11/2023 ) lalu.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin itu, majelis hakim sendiri diketui, Yusriansyah SH, MH di dampingi dua anggotanya.

Bacaan Lainnya

Kuasa hukum terdakwa Mujahidin, Adv Dr Junaidi SH MH saat ditemui awak media mengatakan, dalam Duplik ada beberapa poin penting terkait perkara dugaan penggelapan dalam keluarga tersebut

” Dalam sidang Duplik ini kita mempertegas dari nota pembelaan yang diajukan, dan tetap pada pembelaan, yakni memohon agar klien atau terdakwa Mujahidin dibebaskan, ” ucap Adv Dr Junaidi SH MH di dampingi Adv Pranoto SH Adv H Siswansyah SH M.Si MH, Adv KBP (P) Budi Prasetyo SH MH dan Adv Yudi Ridarto.

Dijelaskan, sebagaimana telah diketahui dalam perkara yang dipersidangkan telah ada perdamaian dan menurutnya perdamaian itu sangat penting.

“Karena kalau sudah ada perdamaian, kita bisa mengetahui apakah terdakwa ini layak atau tidak, perkaranya dinaikan,” tegasnya.

Menurut Junaidi, sejak dari awal, pihaknya sudah ada perdamaian, dan kasus ini sudah pernah ditindaklanjuti Polda Kalsel dan telah ada gelar perkara, dan hasilnya tidak ada unsur pidananya.

Ditambahkan, terkait pasal yang didakwakan terhadap kliennya pun dinilai kabur dan tidak jelas mengingat, pada Ppasal 376, tidak dapat berdiri sendiri, tetapi jaksa tetap berpedoman dengan pasal teesebut.

“Jadi Pasal 376 harus didahului dengan pasal lain, yakni 372 KUHP tentang Penggelapan, ” terangnya.

Pihaknya jug sependapat dengan pendapat para ahli, dan pasal tunggal yang diterapkan  itu menjadi kabur atau tidak jelas.

“Kami berharap semoga majelis hakim dalam memberikan putusan secara adil dan objek, yang tentunya berdasarkan dari fakta hukum yang terungkap dipersidangan, hingga bisa mengabulkan permohonan, membebaskan klien kami, dalam hal ini terdakwa Mujahidin,” beber Adv Dr Junaidi SH MH.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait