Kasus Pencurian dan Penadahan dihentikan lewat Keadilan restoratif

Teks foto []istimewa EKSPOSE - Ekspose penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif di Kejati Kalsel.

Banjarmasin,kalselpos.com – Untuk kesekian kalinya, dua perkara pencurian di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel dihentikan penuntutannya melalui keadilan restoratif atau Restorative Juctice (RJ)

Hal itu dilakukan, sesuai usulan penghentian penuntutan perkara oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum), Dr Fadil Zumhana.

Bacaan Lainnya

Penghentian penuntutan disetujui dalam kegiatan ekspose yang dilaksanakan, pada Kamis (16/11/2023) lalu, yang dihadiri Kajati Kalsel, Dr Mukri SH MH dan Raja Ulung Padang SH MH selaku Wakil Kepala Kejati Kalsel beserta pegawai Bidang Tindak Pidana Umum pada Kejati Kalsel yang berlangsung secara virtual.

Dua perkara yang dihentikan penuntutan tersebut adalah atas nama terdakwa Syahriati yang melakukan pencurian handphone di Desa Batumandi Kabupaten Balangan dan
perkara atas nama terdakwa Aldi Nur dan Muhammad Yusup, yang terjerat perkara penadahan sebagaimana Pasal 480 Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP di Kabupaten Banjar.

Kasi Penkum Kejati Kalsel, Yuni Priyono, Selasa (21/11/2023) kemarin, menerangkan dihentikannya penuntutan atas dua perkara itu dikarenakan beberapa pertimbangan.

Di mana pelaku baru pertama kalinya melakukan tindak pidana, kemudian pihak terkait (korban dan pelaku) sudah melakukan perdamaian, dan juga ancaman hukumannya di bawah 5 tahun penjara.

Pos terkait