Kasian warga, Debu Semen Tiga Roda makin Dikeluhkan

Keterangan foto : []istimewa KELUARKAN DEBU - Cerobong asap pabrik semen milik PT ITP Plant 12 Tarjun yang mengeluarkan banyak debu yang menganggu aktifitas warga setempat.

Kotabaru, kalselpos.com – Salah satu perusahaan produsen semen Tiga Roda, PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk Plant 12 Tarjun menjadi perhatian masyarakat. Kenapa tidak, debu yang dikeluarkan dari cerobong pabrik membuat sebagian maayarakat tidak nyaman.

Diketahui bersama, PT ITP merupakan pabrikan semen yang besar dan mampu bersaing dengan industri pabrikan semen lainnya di Indonesia, dan menurut situs resminya hingga akhir tahun 2000, perseroan ini memiliki 12 pabrik yang tersebar di tiga lokasi, yaitu Citeureup, Bogor, Jawa Barat, Cirebon, Jawa Barat, dan Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Bacaan Lainnya

Namun tentu bukan tanpa permasalahan, seperti yang dikeluhkan oleh salah satu warga setempat, Siulan menyatakan bahwa, ia mengakui memang tidak setiap hari debu itu mengenai area permukiman warga. Hanya saja, kalau angin sedang bertiup kearah rumah-rumah maka dampak debu tentu sedikit banyaknya akan dirasakan oleh masyarakat dan itu menjadi perhatian.

“Tentu kita berharap ada solusi yang dilakukan perusahaan dalam mengatasi hal tersebut. Misalnya mereka melakukan penyiraman dijalan-jalan sehingga dampak debu dapat sedikit di minimalisir,” ujarnya saat dikonfirmasi kalselpos.com, baru – baru tadi.

Begitu pula yang dialami oleh warga lainnya, Hj Rusdiana, yang kebetulan membuka toko di halaman rumahnya. Menurutnya, ia jelas terkena dampak debu tentu sangat keberatan dengan aktifitas yang dapat merugikan. Aktifitas yang tak jauh dari area permukiman tempat ia tinggal, apabila ada angin, maka dagangan miliknya menjadi berdebu. Belum lagi kalau dilihat dari segi kesehatan, yang bisa saja dapat membahayakan, meskipun belum diketahui secara pasti.

“Tentu saya terkena dampak dari debu semen PT ITP Tarjun tersebut,” cetusnya.

Harapannya tak muluk-muluk, hanya meminta kepada pihak perusahaan agar ada penyiraman yang dilakukan sehingga dapat meminimalisir debu.

“Bisa kita lihat jelas, debu yang menempel di barang dagangan saya dan itu tentu sangat mengganggu. Saya hanya meminta perusahaan menyiram akses jalan yang biasa digunakan masyarakat. Kita ini sudah menerima debu, bantuannya tidak ada, harusnya ini bisa dipikirkan oleh perusahaan dalam menanganinya,” harapnya.

Sementara, Ketua RT 1 Desa Tarjun, Muhammad Yani menjelaskan, aktifitas perusahaan ia nilai mengganggu, khususnya debu yang keluar dari cerobong asap dan itu harus segera mendapat perhatian perusahaan. Karena sudah menjadi tanggungjawab PT ITP Plant 12 Tarjun.

“Kalau persoalan debu tentu mengganggu, dan dampaknya bisa saja terhadap kesehatan masyarakat,” kata pria yang akrab disapa Yani ini.

Ditambahkannya, belum lagi saat selesai mencuci dan ketika ada debu, maka tentu pakaian yang akan dijemur akan kotor oleh sebab debu yang menempel.

“Hal lainnya adalah warga kami dalam memenuhi kebutuhan air bersih masih berharap dari sumur dan itu jelas bisa saja akan berdampak terhadap air,” sebutnya.

Menjadi harapanya, perusahaan dapat memberikan asupan terhadap masyarakat dalam mengatasi persoalan debu tersebut. Jangan sampai justru merugikan warga setempat, tegasnya.

“Kami berharap permasalahan ini dapat segera diatas oleh perusahaan sehingga masyarakat juga tidak merasa dirugikan dari aktifitas mereka,” pungkasnya.

Sangat disayangkan, ketika wartawan mencoba melakukan upaya konfirmasi terhadap management PT ITP Plant 12 Tarjun, mereka tidak mengijinkan kutipan penjelasan mereka dimuat kedalam pemberitaan media.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait