Gawat, Pasukan Kuning Barabai ‘mengeluh’, Paskun Perempuan dialihfungsikan jadi Pemilah Sampah

Teks foto []istimewa PILAH SAMPAH - Pasukan kuning perempuan sedang memilah sampah di salahsatu TPS di Kota Barabai.

Barabai, kalselpos.com– Sebagian petugas kebersihan atau yang biasa disebut Pasukan Kuning (Paskun) yang bertugas di Kota Barabai, ibu Kota Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, mengeluhkan beratnya pekerjaan mereka, di mana paskun, khususnya yang perempuan dipindahkan ke tempat pemilahan sampah di tujuh TPS se – Kota Barabai.

Karuan saja, akibat berkurangnya tenaga penyapu jalan, maka pekerjaan makin berat karena yang mestinya dikerjakan dua orang, sejak Januari 2023 hanya dikerjakan satu petugas kebersihan saja.

Bacaan Lainnya

“Pekerjaan kami cukup berat. Minimal 5 jam kami menyapu jalanan dan harus bersih. Dahulu tidak seberat ini karena satu lokasi dikerjakan dua orang,” keluh seorang pasukan kuning yang minta namanya dirahasiakan kepada kalselopos.com, Sabtu (12/8/2023) siang.

Dia sampaikan, akibat dari dialihfungsikan ke tempat memilah sampah, maka kebersihan kota Barabai tidak bisa lagi maksimal.

“Gara – gara binian ditarik ka pamilahan, gawian nang biasa digawi dua orang wayahini digawi satu orang, dimapa handak barasih Barabai,’ bebernya dengan logat bahasa Hulu Sungai yang kental.

Dibeberkan, pekerja wanita hanya bertugas memilah sampah saja dan tidak lagi bekerja sebagai penyapu jalan. Namun mirisnya, pekerja pemikah sampah tidak tahu hasil dari sampah yang dipilah itu dijual ke mana, oleh siapa dan digunakan untuk apa.

Keluh tidak berhenti disitu saja, beber sumber tersebut, sepatu untuk pasukan kuning pun sudah dua tahun belum pernah berganti. “Padahal sepatu sangat penting untuk menunjang pekerjaan,” ujarnya.

Diutarakannya, dari nominal gaji memang ada kenaikan. Sebelumnya, pasukan kuning di kabupaten langganan banjir manakala musim hujan itu menerima gaji Rp1,6 juta per bulan. Saat ini gaji sudah naik menjadi Rp2 juta. “Namun kenaikan itu percuma saja, karena pekerjaan kami malah makin berat. Kerena yang bias dikerjakan 2 orang, kini hanya satu orang. Kami merasa dibodohi,” ujarnya.

Kalselpos.com sudah berusaha menghubungi berkali – kali Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten HST, Mursyidi. Namun sampai berita ini diterbitkan belum membuahkan hasil. Konfirmasi juga dilakukan melalui pesan WhatsApp. Serupa, juga tak membuahkan hasil. Pesan digawai hanya bercontreng satu.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

 

Pos terkait