Harga Ayam Potong Meroket, Disdag: Bukan Pengaruh Idul Adha

Teks foto: Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Birhasani.(anas aliando)

Banjarmasin, kalselpos.com – Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kalimantan Selatan, Birhasani mengatakan, kenaikan harga daging ayam dalam seminggu terakhir bukan diakibatkan pengaruh Idul Adha, namun akibat dari naiknya harga pakan.

Hal tersebut disampaikan Birhasani ketika diminta komentarnya tentang meroketnya harga daging ayam di Kalimantan Selatan.

Bacaan Lainnya

“Kami terus melakukan monitoring harga kebutuhan pokok yang dijual di pasar, termasuk daging ayam potong yang saat ini harganya mencapai Rp50 ribu per kilogram. Kalau harga normal biasanya Rp30 ribu per kilogram,” ujarnya kepada wartawan di Banjarmasin, Senin (26/6).

Birhasani menegaskan, kenaikan daging ayam dipicu juga dari naiknya harga jagung sebagai salahsatu bahan mentah utama untuk pembuatan pakan ternak.

“Kami terus monitoring dan melakukan detiksi harga. Kenaikan harga ayam potong akibat biaya produksi di peternak yang tinggi,” ujarnya.

Selain menyoroti harga ayam potong, Birhasani juga menyinggung naiknya harga bawang putih yang bertengger di angka Rp40 ribu per kilogram.

“Kita terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga ketersediaan bahan pokok untuk memenuhi kebutuhan, sehingga tidak terjadi kekosongan yang berpengaruh memicu kenaikan harga,” terangnya.

Saat ini, beber Birhasani, ketersediaan bahan pokok di Kalsel aman-aman saja dan sangat mencukupi kebutuhan.

“Kita terus menjaga jangan sampai stok kekurangan, karena kalau pedagang tau terjadi kekurangan stok, mereka bisa bertingkah,” ujarnya.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait