Bhayangkara Presisi Ukir Sejarah ke Final AVC Bahrain 2023 Usai Hajar Juara Qatar Police Team Sports 3-1

- Pemain Jakarta Bhayangkara Presisi berfoto bersama usai memastikan diri ke final Asian Volleyball Championship AVC 2023 setelah di semifinal menumbangkan juara voli asal Qatar, Police Team Sports 3-1 (11-25, 29-27, 25-23 dan 25-23), Minggu (21/5/2023) dinihari. (tangkapan layar instagram bhayangkara presisi/kalselpos.com)

Bahrain, ,kalselpos.com – Tim bola voli Indonesia, Jakarta Bhayangkara Presisi mengukir sejarah melaju ke final
Asian Volleyball Championship (AVC) Bahrain 2023 setelah di semifinal menumbangkan juara voli asal Qatar, Police Team Sports 3-1 (11-25, 29-27, 25-23 dan 25-23), Minggu (21/5/2023) dinihari.

Di final Kejuaraan Antar Klub Bola Voli se Asia berlangsung yang berlangsung di Isa bin Rashid Volleyball Hall Bahrain
tersebut, Bhayangkara Presisi akan kembali berjumpa dengan tim asal Jepang, Suntory Sunbirds, Minggu (21/5) pukul 24.00 Wita.

Bacaan Lainnya

Juara Jepang ini dalam pertandingan semifinal menumbangkan klub Shahdab Yazd Iran 3-1, 25-22, 23-25, 34-32 dan 25-12).

Atas keberhasilan melaju ke final, diinstagram resmi bhayangkara presisi, bhayangkaravoli__ menulis :
“Coangratulations tem, atas perjuangannya hari in. very proud of you . Mencetak sejarah bola voli Indonesia dengan masuk grandfinal AVC 2023 Asia Men’s Club Volleyball Championship,” tulisnya

Lalu, ada tambahan tulisan : “Perjuangan tinggal selangkah lagi. junjung setinggi-tingginya nama baik bangsa Indonesia khususnya institusi Polri yang telah mensuport dan membina atlet-atlet JBP sampai sejauh ini.”

Seperti biasa, pelatih Bhayangkara Presisi, Jeff Jiang Jie menurutkan skuad terbaik yakni Farhan Halim, Nizar Zulfikar (tosser), Hernanda Zulfi, Fahreza Rakha (libero) dan dua pemain asingnya, Daudi Okello asal Uganda dan pebola voli Iran, Mohammad Javad Manavi saat menghadapi Police Team Sports.

Masih belum panas, Bhayangkara Presisi ketinggalan 0-5. Pelan-pelan wakil Indonesia mengejar 4-7 lewat jump smesh dilakukan Daudi dan Manavi yang tampil cukup apik, sedangkan Farhan bermain di bawah formance terbaiknya

Namun, Police Team Sports terus memimpin hinggga unggul 17-8 dan menang 25-25.

Memasuki gim kedua, Daudi dan kawan-kawan mulai ‘panas’ lewat variasi serangan jump smesh, quick dan back attack hingga untuk mengimbangi permainan lawan hingga kedududukan menjadi 2-2, 5-5 bahkan unggul 11-7.

Namun, Police Team Sports tak mau mengalah begitu saja hingga mengejar 13-13 dan 17-17. Bahkan Bhayangkara Presisi tertinggal 21-23 sebelum menyamakan kedudukan 23-23.

Juara asal Qatar pun balik memimpin 24-23 dan hanys membutuhkan satu poin untuk memenangkan pertandingan. Berkat bermain pantang menyerah, akhirnya menyamakan kedudukan 24-24. Setelah beberapa kali deuce 25-25, 26-26 akhirnya Bhayangkara menang 29-27.

Kedudukan 1-1 membuat kepercayaan diri wakil Indonesia semakin tinggi dengan memimpin 2-0 dan 5-3. Tapi Police Team Sports mengejar hingga pertarungan semakin sengit 6-6, bahkan balik unggul 8-6 dan 15-13.

Giliran Bhayangkara mampu mengejar 18-18 bahkan balik memimpin 20-19 hingga 23-22 sebelumnya menyudahinya 25-23. Kedudukan menjadi 2-1 untuk Indonesia.

Memasuki set keempat, Indonesia ketinggalan 0-4 akibat kesalahan Farhan yang servisnya keluar dan smesh back attack menyangkut di net hingga ditarik keluar.

Untuk meraih poin dan menahan gempuran serangan lawan, pelatih Jeff menasukkan Hernanda memperkuat bloking dan ity cukup efektif dengan mulai mengejar 3-7, 7-10 hingga 10-10.

Pertarungan tambah sengit, Bhayangkara memimpin 14-12 dan berhasil disamakan lawan 16-16. Kembali tim Indonesia memimpin 22-20, 23-21 dan menyudahinya menjadi 25-23.

Bhayangkara Presisi pun menang 3-1 sekaligus mengukir sejarah melaju ke final. Daudi dan kawan-kawan pun meluapkan kegembiraan dengan berteriak dan menari bersama di lapangan.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait