Gangguan Mata Pada Pengidap Diabetes Akibatkan Kebutaan

Arsip - Warga menjalani pemeriksaan mata di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (25/1/2023). (Antara/ kalselpos.com)

Jakarta, kalselpos.com – Ini anjuran bagi pengidap diabetes agar memeriksakan matanya sejak awal untuk mencegah dari dampak gangguan mata yang lebih buruk lagi.

Dokter Spesialis Mata dr. Rova Virgana SpM(K) menyebutkan gangguan mata pada pengidap diabetes bisa mengakibatkan kebutaan jika dibiarkan terlalu lama.

Bacaan Lainnya

“Pada pengidap diabetes bisa terjadi gangguan retinopati diabetik, kalau didiamkan sarafnya akan berprogres dan mengakibatkan kebutaan,” kata dr. Rova dalam diskusi mengenai komplikasi diabetes pada mata yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (14/4/2023).

dr Rova mengatakan pentingnya kesadaran akan gangguan mata bagi pengidap diabetes harus ditanamkan sejak awal dengan memeriksakan kondisi mata ke dokter agar tidak memburuk.

Dia mengatakan jika pengidap diabetes memeriksakan matanya sejak awal akan mencegah dari dampak gangguan mata yang lebih buruk lagi.

“Periksa ke dokter mata, katakan saya mengidap diabetes. Jika anda sadar bahwa anda belum lama mengidap diabetes, maka risiko yang lebih berat lagi dapat dicegah,” kata dokter yang praktik di RS Mata Cicendo Bandung, Jawa Barat itu.

Menurut dr Rova, jika pasien memeriksakan dirinya sejak awal, dokter bisa mengetahui kondisi mata pasien lebih cepat. Umumnya jika belum memiliki gejala, tindakan yang diambil hanya kontrol tahunan.

Jika sudah memiliki gejala menengah, lanjut dia, kontrol akan bersifat sembilan bulanan, namun jika sudah lanjut akan bersifat bulanan atau bahkan lebih sering.

“Biasanya pasien merasa matanya seperti tidak enak melihat, silau atau berkabut, ukuran kacamata berubah-ubah, dan penglihatan menjadi buram serta berubah bentuk,” dia menjelaskan.

Jika pasien sudah memiliki gejala tersebut, paparnya, harus lebih berhati-hati lagi dalam menjaga gula darahnya. Gejala tersebut juga berisiko menjadi glaukoma dan katarak yang lebih sulit untuk diobati.

dr Rova menambahkan gangguan mata yang parah bisa diobati dengan melakukan operasi. Namun dirinya tidak menyarankan, karena selain menghabiskan banyak biaya, operasi juga tidak menjamin kesembuhan seratus persen.

Meskipun bisa diobati, jelasnya, jangan mencari tahu bagaimana mengobati gangguan ini, melainkan bagaimana mencegahnya agar tidak menjadi lebih parah.

“Diabetes itu obatnya jamu gendong (jaga mulut dan gerak dong) dan tetap bersemangat. Pasti ada hikmah dibalik semua ini,” tambah dr. Rova.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes baik tahun 2013 maupun 2018 menunjukkan adanya peningkatan tren terhadap penyakit diabetes.

Populasi diabetes di Indonesia adalah tertinggi kelima. Tahun 2021, ada 19,5 juta atau 10,5 persen penduduk Indonesia menderita diabetes, dan tahun 2045 diperkirakan meningkat menjadi 28,6 juta yang menderita diabetes.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait