Dua Perusahaan Sawit janji Segera Atasi Keluhan Warga Jejangkit

Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Fahrin Nizar.(ist)

Banjarmasin, kalselpos.com – PT. Palmina dan PT. Putra Bangun Bersama yang beroperasi di Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala (Batola) segera melakukan upaya nyata dalam meminimalisir potensi terendamnya 7 desa di kawasan areal perusahaan yang disebabkan pembuangan air menggunakan pompa di kedua perusahaan tersebut.

“Hasil pertemuan disepakati dalam tiga hari ke dapan kedua perusahaan segera bertindak bersama warga mengatasi persoalan tersebut, “Kata Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah kepada Kalselpos com disela sela Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Bacaan Lainnya

RDP yang berlangusung pada Kamis (13/4) itu dihadiri Camat Jejangkit Kepala DLH Kalsel, Kepala Balai Sungai, Walhi Kalsel, Ketua Gapki Kalsel, perwakilan PT. Palmina dan PT. Putra Bangun Bersama serta Kepala Desa Jejangkit Muara, Jejangkit Pasar, Jejangkit Barat, Jejangkit Barat, Jejangkit Timur, Kepala Desa Cahaya Baru, Sampurna dan Kepala Desa Bahandang.

Disampaikan Gusti Abidinsyah, dari kesepakatan itu dibubuhi dalam nota surat ditandatangani bersama kemudian sehubungan dampak yang dirasakan masyarakat maka kepada pihak perusahaan PT. Palmina dan PT. Putra Bangun Bersama, diminta segera membuat kajian dan mengevaluasi hasil kondisi di lapangan.

Sebelumnya situasi pertemuan tatap muka berlangsung alot bahkan sempat memanas sebab dari kesepakatan terdahulu ke dua perusahaan diminta menutup pompa buangan air ke sungai hingga merendam tujuh desa di Kecamatan Jejangkit.

“Jika kesepakatan ini dilanggar perusahaan atau ingkar janji lagi termasuk tidak melakukan upaya konkrit maka warga akan bertindak sendiri, ” Kata salah seorang warga setempat

Sementara itu perwakilan perusahaan Arie mengungkapkan masalah di Jejangkit ini secara konteks sebenarnya disebakan faktor alam, namun demikian pihaknya berusaha membantu masyarakat sekitar dengan mengupayakan solusi atau jalan keluarnya meski solusi ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.

Ditambahkannya, karena wilayah Jejangkit itu berada dibawah kendali Pemerintah Kabupaten Batola, sehingga jika perusahaan mau melakukan kegiatan diluar wilayahnya maka harus berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

“Solusinya mungkin membuka saluran air yang perlu di lakukan namun ini perlu dukungan warga untuk berkolaborasi khususnya mereka yang terdampak langsung, ” ungkap Arie.

Senada Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Fahrin Nizar berharap masalah antara dua perusahaan sawit dengan warga bisa diselesaikan dengan baik diantaranya memberikan solusi yang efektif karena sejatinya dari hasil diskusi jelas masyarakat tidak ingin ada dampak buruk dikemudian hari akibat pembuangan air dari aktivitas perusahaan.

“Semoga semua pihak tidak terkecuali pelaku usaha bisa memahami keinginan warga di tujuh desa di Kecamatan Jejangkit sehingga aktivitas perusahaan bisa berjalan lancar,”tandasnya.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait