Dua orang Napiter selesaikan pendidikan Sarjana

PEMBERIAN IJAZAH - Kedua orang tua Napiter saat menerima ijazah S1 di gedung Universitas Terbuka. Senin (20-03-2023) siang.(hafidz)

Banjarmasin, kalselpos.com – Meski masih menjalani masa tahanannya dua orang narapidana teroris (napiter) asal Kalsel, MNR dan SH, mampu menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Hukum di Universitas Terbuka (UT) Banjarmasin. Ijazah mereka pun diserahkan kepada orang tua. Senin (20/3).

“Ini pertama kali kita selenggarakan secara khusus. Saat berbicara dengan satgas bingung juga dan kebetulan kami memang melayani semua warga negara, baik dalam kondisi bebas atau dalam tahanan,” katanya, Direktur Universitas Terbuka (UT) Ir Mochamad Priono mengatakan, pemberian ijazah itu kali pertama dilakukan UT terhadap napiter.

Bacaan Lainnya

Ia menyatakan bahwa pihaknya sepakat memfasilitasi kedua mahasiswa tersebut dengan ujian proctoring.

“Setelah mereka melaksanakan ujian ternyata IPK-nya di atas 3, itu untuk mahasiswa sudah sangat bagus,” bebernya.

Ia mengatakan bahwa UT sempat mendapat pertanyaan perihal status kedua mahasiswanya.

“Sebelumnya juga ada pertanyaan apakah mereka ini di DO, setelah konsultasi sama pusat dan peraturan kami ternyata tidak, karena pasal 31 ayat 1 berbunyi semua warga negara berhak mendapat pendidikan. Kecuali di UT itu melakukan pelanggaran akademik baru di DO,” jelasnya.

 

Salah satu perwakilan Satgas Wilayah Kalimantan Selatan Densus 88 yang juga turut serta dalam menghadiri acara penyerahan Ijazah S1 dua napiter itu mengucapkan, sangat berterima kasih kepada Direktur dan Jajaran UT.

“Hal ini diluar ekpektasi kami sebenarnya acara itu adalah Iangkah awal kita bahwa mereka juga mendapat hak dalam pendidikan. Disini peran negara hadir dan tidak meninggalkan mereka,” Kata perwakilan Densus 88 Itu.

mereka ini sebenarnya korban, orang tua juga korban, oleh pemikiran yang tidak bertanggung jawab. Jadi sudah selayaknya mereka mendapatkan fasilitas pendidikan sesuai pasal 31 ayat 1.

Disamping itu, salah satu orang tua dari napiter Nurul Iman mengatakan sangat berterima kasih atas fasilitas yang diberikan oleh pihak kepolisian dan UT.

“Ijazah anak saya ini adalah hadiah yang tak ternilai harganya. Terimakasih kepada Densus 88 dan Universitas Terbuka telah memberikan fasilitas hingga anak saya dapat menuntaskan pendidikan sarjana hukumnya, ” ucap Nurul Iman dengan nada haru.

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aliansyah Mahadi berharap kolaborasi Densus 88 dan Universitas Terbuka Banjarmasin dalam pembinaan jangka panjang tetap terus berlangsung

“FKPT Kalsel sebagai kepanjangan tangan dari BNPT artinya ini sudah seharusnya dan selayaknya memang harus diperhatikan karena mereka juga korban dan apa yang dilaksanakan Densus bersama UT sangat luar biasa, kami akan selalu mendukung terus,” pungkasnya.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait