Sempat tuding Ketua KPU lakukan Perkosaan atas dirinya, ‘Wanita Emas’ mendadak ngaku akibat Kesal dan Khilaf

[]net/istimewa Ketua KPU Hasyim Asy'ari dan 'Wanita Emas' Hasnaeni.

Jakarta,kalselpos.com – ‘Wanita Emas’, julukan Hasnaeni, secara mendadak meminta maaf setelah terjadinya perdebatan pascapengakuan pemerkosaan yang diduga dilakukan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy’ari terhadap dirinya.

Ketua Umum Partai Republik Satu itu mengatakan, tidak benar terjadinya pelecehan seksual dan pemerkosaan yang dilakukan Ketua KPU terhadap dirinya. Dia mengatakan itu sebelumnya karena kesal dan khilaf.

Bacaan Lainnya

Hasnaeni juga mengaku tengah depresi. “Video yang beredar yang menyatakan bahwa saya telah mengalami pelecehan seksual dan pemerkosaan yang dilakukan oleh Hasyim Asy’ari itu tidak benar,” katanya, Senin (26/12/2022) siang, sebagaimana dikutip kalselpos.com dari poskota.co.id.

Menurut dia, hubungannya dengan Hasyim Asy’ari bersifat profesional saja dan tidak lebih dari itu. Hasnaeni ‘Wanita Emas’ memastikan, dugaan asusila yang dilakukan oleh Hasyim Asy’ari kepadanya tidak benar.

Sebelumnya, Hasyim dilaporkan Wanita Emas ke DKPP, pada Kamis (22/12) lalu. Laporan itu diterima DKPP dengan nomor 01-22/SET-02/XII/2022. Hasnaeni diwakili oleh pengacaranya, Farhat Abbas ketika melapor ke DKPP.

Upaya Hasnaeni mengadu ke DKPP ditempuh setelah sempat melayangkan somasi terlebih dulu terhadap Hasyim pada 16 November 2022. Isi somasi terkait desakan kepada Hasyim untuk segera mengklarifikasi dugaan pelecehan seksual itu.

Farhat mengklaim dugaan pelecehan seksual terjadi pada 13 Agustus 2022, 14 Agustus 2022, 15 Agustus 2022, 17 Agustus 2022, 18 Agustus 2022, 21 Agustus 2022, 22 Agustus 2022, 23 Agustus 2022, 25 Agustus 2022, 27 Agustus 2022, serta 2 September 2022 di lima tempat berbeda.

Farhat juga melampirkan sejumlah bukti pelanggaran etik dan dugaan tindak kesusilaan yang dialami kliennya itu.

“Bukti yang dibawa adalah pengakuan testimoni, kemudian dalam bentuk rekaman video, kemudian bukti-bukti komunikasi WA, dan foto-foto pembelian sebuah tiket Jogja, kemudian foto-foto kebersamaan dan sebagainya,” kata Farhat.

Dihubungi terpisah, Ketua DKPP Heddy Lugito mengaku tak bisa berkomentar terkait laporan dugaan pelecehan seksual yang menyeret ketua KPU tersebut.

“Maaf, aku enggak bisa komentari masalah ini. Tak elok saya bicara masalah yang sedang diadukan ke DKPP,” kata Heddy, Senin (26/12/22) siang.

 

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait