Raperda RPPLH bahas penanganan Limbah Cair Sasirangan

Pansus Raperda RPPLH bersama instansi terkait, melaksanakan rapat pembahasan, di ruang Komisi III DPRD Banjarmasin.(ist)

Banjarmasin, kalselpos.com – Proses pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Rencana Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup (RPPLH), masih terus dilakukan oleh DPRD Banjarmasin bersama Pemerintah kota setempat.

Salah satu yang menjadi perhatian dalam pembahasan Raperda ini, adalah penanganan limbah cair industri rumah tangga, termasuk kain Sasirangan.

Bacaan Lainnya

“Industri kain sasirangan banyak dilakukan usaha kecil dan menengah (UMK), jadi mereka tidak memiliki sarana pengelolaan limbah. Bahkan ada yang langsung dibuang ke sungai,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, kepada wartawan.

Kondisi ini sebutnya, sudah berlangsung lama. Sehingga jadi pembahasan serius dalam rapat panitia khusus DPRD Kota Banjarmasin agar ada solusi penanganan.

“Sebab bila dilakukan pengetatan, khawatirnya industri kecil ini bisa mati, jadi kita cari solusi dalam aturan ini,” jelasnya.

Diharapkan dapat solusi inovasi pengelolaan limbah yang sederhana, agar tidak mencemari lingkungan.

Ketua Pansus RPPLH, DPRD Kota Banjarmasin, Afrizaldi menyakinkan, bahwa aturan itu dapat mengakomodir penanganan lingkungan secara maksimal, termasuk pencemaran limbah dari industri kecil dan menengah.

“Supaya kota ini bisa memanajemen penanganan limbah dan lingkungan hidup dengan baik, dan berlaku 30 tahun kedepan,” tuturnya.

Disamping tegasnya, sungai di daerah ini menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat. Hingga kualitas air sungai bisa terjaga.

“Jadi bagaimana kita buat aturan ini UMKM tetap jalan, tapi bisa memperhatikan lingkungan,” tandasnya.

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait