Wisata Puncak Mandiangin Ternyata punya Sejarah Zaman Penjajahan

Pemandangan alam di kawasan Puncak Mandiangin. (sumber dan foto : Antara)Pemandangan alam di kawasan Puncak Mandiangin. (sumber dan foto : Antara)Pemandangan alam di kawasan Puncak Mandiangin. (sumber dan foto : Antara).kalselpos.com

Martapura, kalselpos.com – Ternyata wisata Puncak Mandiangin memiliki sejarah zaman penjajahan, konon katanya dulu seorang pemimpin penjajah Belanda membangun sebuah pesanggrahan sebagai tempat peristirahatan.

Hingga saat ini bangunan tersebut masih ada, dan direnovasi menjadi objek wisata.

Bacaan Lainnya

Puncak Mandiangin, merupakan yang paling tinggi di kawasan Mandiangin, sehingga saat pagi ataupun sore bagus untuk berfoto.

Sebab keindahannya dilatarbelakangi oleh gugusan awan yang memutih, dan gugusan awan tersebut terlihat berada lebih bawah pada puncak.

Demikian diutarakan petugas pariwisata Puncak Mandiangin,
Lia, beberapa waktu lalu.

Disampaikannya, Mandiangin yang terletak di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan ini menambah berbagai fasilitas bagi wisatawan.

“Sebelumnya di Puncak Mandiangin ini hanya ada pesanggrahan Belanda, sekarang ini ditambah lagi sebuah tempat foto yang unik yakni kincir angin,” ujat Mbak Lia.

Menurutnya, kincir angin dibangun menyerupai yang ada di negara Belanda, sehingga jika ada yang berfoto dengan latar belakang kincir angin dan bangunan pesanggrahan Belanda, seakan akan orang itu berada di Belanda.

Selain kincir angin, juga ada tempat tempat swafoto yang berlatar belakang pemandangan atau pegunungan yang hijau, kemudian lokasi parkir kendaraan yang diperluas di samping ditambah lokasi pertamanan.

 

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait