Daya tarik dan keunikannya, Matang Kaladan masuk wisata yang diprioritaskan

Wisatawan saat menikmati pemandangan di Bukit Batu, Kabupaten Banjar, Kalsel.(ant).kalselpos.com

Martapura,kalselpos.com – Bukit Matang Kaladan yang berlokasi di di Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio
Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan
merupakan bagian dari kawasan pegunungan Meratus juga memiliki nilai geologis yang tinggi.

Matang Kaladan masuk dalam wisata yang diprioritaskan di Kabupaten Banjar berdasarkan dari keunikan, daya tariknya dan jumlah kunjungan wisatawan.

Bacaan Lainnya

Dengan hamparan danau dengan pulau-pulau kecil terserak menjadi pemandangan yang mengikat mata begitu pengunjung mencapai puncak Bukit Matang Kaladan.

Di tepi danau tampak beberapa rumah warga, serta keramba ikan yang ditempatkan agak ke tengah.

Dengan latar belakang pegunungan Meratus, bentang alam dari atas bukit ini tampak laksana lukisan.

Kawasan yang ditetapkan sebagai salah satu geosite andalan Geopark Meratus ini sudah mulai dikenal masyarakat sejak tahun 2015 lalu.

Pembenahan kawasan wisata yang tergolong baru ini semakin digenjot setelah pegunungan Meratus ditetapkan sebagai geopark nasional pada 2018.

Pakar geologi dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Jatmika Setiawan mengatakan kawasan ini ratusan juta tahun yang lalu berada pada kedalaman 6.000 meter di bawah permukaan laut.

Pegunungan Meratus yang membentang hingga seluas 600 kilometer persegi merupakan hamparan ofiolit atau lembaran kerak samudera tertua di Indonesia, berusia hingga 200 juta tahun.

Pegunungan yang menjadi punggung Pulau Kalimantan ini terbentuk dari subduksi samudera, benturan benua, serta volkanisme tua.

“Meratus ini ada potensi geodiversity, biodiversity dan cultural diversity yang luar biasa. Semuanya saling terkait dan ada ceritanya,” katanya.

Disampaikannya, dari bebatuan yang ada masyarakat bisa mempelajari flora, fauna, manusia dan budaya yang semuanya saling terkait.

Menurutnya, di Indonesia saat ini ada 19 taman bumi nasional, enam diantaranya sudah diakui sebagai UNESCO Global Geopark (UGG).

Enam taman bumi tersebut adalah Gunung Batur di Bali, Gunung Sewu di Yogyakarta, Rinjani di Lombok, Ciletuh di Sukabumi, Belitung di Bangka Belitung dan Kaldera Toba di Sumatera Utara.

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait