Sidak Komisi IV, Persoalan SDN Antasan Besar 7 Banjarmasin masih sama

Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Saut Nathan Samosir didampingi anggota, memberikan keterangan kepada wartawan, disela sidak SDN Antasan Besar 7 Banjarmasin.Aspihan Zain (kalselpos.com)

BANJARMASIN, kalselpos.com – Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Banjarmasin, dipimpin Ketua Komisi Saut Nathan Samosir, melakukan inspeksi mendadak sekaligus meninjau kondisi sekolah di SDN Antasan Besar 7 Banjarmasin. Antasan Besa

Dari kunjungan tersebut diketahui bahwa persoalan dan keluhan yang disampaikan pihak sekolah masih terkait kondisi gedung rusak dan pencemaran berupa bau limbah yang terjadi.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya persoalan ini, ternyata masih sama seperti beberapa tahun lalu. Dimana akibat limbah atau pencemaran yang tercium hingga mengganggu aktivitas sekolah,” ujar Saut Nathan Samosir, kepada wartawan, usai melihat kondisi sekolah, Kamis (11/8/2022).

Menurutnya, agar persoalan itu dapat diatasi dan dicarikan solusi, maka dalam waktu dekat akan dilakukan rapat lintas komisi.

Supaya beberapa persoalan yang terjadi mulai kondisi bangunan dan limbah yang terjadi, dapat diatasi bersama.

“Pada tahun 2018 memang komisi III sudah melakukan langkah terkait penanganan masalah ini. Tetapi ternyata masih terjadi lagi, khususnya soal limbah ini,” ucapnya.

Dikatakannya, jika memungkinkan proses pembangunan atau perbaikan gedung sekolah itu, bisa bersamaan dengan pembenahan pengelolaan limbah di kawasan sekitar. Sehingga begitu sekolah itu diperbaiki, siswa dan guru bisa beraktivitas dengan nyaman.

“Diupayakan kembali koordinasi terkait limbah dan amdal milik hotel, supaya tidak lagi mengganggu,” harapnya.

Sementara, Kepala Sekolah SDN Antasan Besar 7 Widarini Febrianingrum menjelaskan, permasalahan ini memang sudah sejak tahun 2018, yang sering muncul disaat anak anak belajar.

Meski saat ini bau tersebut tidak terlalu tercium lagi, karena ruangan kelas yang berdekatan dengan pembuangan limbah dari pyramid suites hotel & armani club eksekutif tidak digunakan lagi akibat rusak.

“Tetapi untuk di kantor dan ruangan guru, bau tersebut sangat menyengat,” ungkapnya.

Pihak sekolah sudah melakukan upaya terkait hal ini untuk diselesaikan, namun karena pandemi kemarin kasus ini tidak muncul, sekarang tahun ajaran baru dimana sekolah tidak daring lagi, permasalahan bau tak sedap ini dilaporkan kembali.

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait