Dewan belum Sepakati kenaikan Tarif Air Ledeng

Awan Subarkah.Aspihan Zain (kalselpos.com)

BANJARMASIN, kalselpos.com -Kendati baru dilaksanakan tahapan Uji Publik, namun rencana kenaikan tarif air ledeng PT Air Minum (PTAM) Bandarmasih Banjarmasin masih mendapat penolakan para anggota dewan setempat.

Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah mengaku, pihaknya bersama para anggota komisi lainnya, masih belum sepakat terhadap rencana kenaikan tarif air pada bulan September mendatang.

Bacaan Lainnya

“Kami sampai saat ini tetap belum sepakat dengan kenaikan tarif air, apalagi sekarang juga ada kenaikan BBM dan listrik,” ujar Awan Subarkah, kepada wartawan, Senin (1/8/22).

Menurutnya, pertimbangan kondisi ekonomi masyarakat masih menjadi alasan penolakan atau keberatan adanya kenaikan tarif air tersebut. Apalagi masyarakat ekonomi dibawah atau berpenghasilan rendah, tentu kondisi ekonomi masih belum stabil.

“Tetap kami sarankan agar pihak PTAM dapat mencari alternatif lain, supaya masyarakat ekonomi dibawah tidak terbebani,” harapnya.

Dilain sisi pintanya, jika kenaikan tarif menjadi satu keharusan agar kondisi perusahaan PTAM Bandarmasih bisa lebih baik, maka hal itu dibarengi dengan peningkatan pelayanan dan distribusi air yang merata dan lancar.

“Perbaiki layanan distribusi ke seluruh wilayah, agar warga atau pelanggan kita bisa mendapatkan air bersih,” tegasnya.

Diketahui, beberapa waktu lalu pihak DPRD Kota Banjarmasin melalui Komisi II telah melakukan dialog bersama jajaran Direksi PT Air Minum (PTAM) Bandarmasih terkait rencana kenaikan tarif air.

Saat itu, antara pihak Komisi II dan jajaran PTAM Bandarmasih, belum sepakat dengan rencana kenaikan tarif air bersih yang ingin dilakukan oleh perusahaan daerah tersebut.

“Intinya kami pihak Dewan, menyatakan tidak sepakat dengan rencana kenaikan tarif air bersih ini,” sebut Awan Subarkah.

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.